Kolaka TimurPemerintahanPeristiwaSerba-serbi

Cucuran Air Hujan dari Plafon Aula DPRD, Menjadi Kado Ulang Tahun Koltim

KOLTIM – Rapat istimewa dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang ke-8 tahun, yang digelar di Aula Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rabu (21/4/2021) kemarin, ternyata menyisahkan kisah yang sangat memalukan bagi Pemda Koltim, terkhusus menjadi pukulan keras bagi DPRD Koltim.

Siapa sangka, disaat tamu undangan sedang mendengarkan sambutan Plt Bupati Koltim Hj. Andi Merya Nur, tiba-tiba terdengar percikan air hujan yang jatuh ke lantai (tehel) dari arah belakang.

Oh ternyata, air hujan itu berasal dari langit-langit plafon yang sudah bocor, tepat paling belakang apat tersebut. Sebab pada hari itu, di lokasi gedung DPRD di guyur hujan deras.

Terlihat para tamu undangan, yang saat itu berada tepat paling belakang, memilih bergeser guna mengamankan diri agar tidak terkena dari percikan air hujan.

Ada juga yang terlihat memilih memalingkan badan, karena mendegar percikan air, yang menetes ke lantai.

Cucuran Air Hujan dari Plafon Aula DPRD, Menjadi Kado Ulang Tahun Koltim yang ke-8
Plafon Aula Kantor DPRD Koltim, yang bocor saat pelaksanaan Rapat Paripurna dalam memperingati HUT Koltim yang ke-8 tahun. Foto: Muh Al Priyasin

Bahkan, lampu penerang pun yang berada tepat pada plafon bocor tersebut pun terlihat dari kejauhan mengantung-gantung sehingga kabel dari lampu itu terlihat hampir putus.

Salah satu staf yang enggan disebut namanya membeberkan jika dulunya mereka pernah ditegur oleh Almarhum Bupati Koltim H. Samsul Bahri Madjid, terkait perbaikan tersebut. Tapi ternyata perintah Alm tak kunjung diindahkan.

“Saya ingat Alm bupati pernah berkata seperti ini. Apakah kita tidak malu kalau tamu dari luar datang baru melihat gedung kita seperti ini?,” tiru pertanyaan Alm bupati kepada salah satu petinggi di DPRD.

Namun entah apa yang berada dibenak DPRD Koltim itu. Untuk memperbaiki flapon bocor pun seakan-akan seperti permasalahan besar saja.

“Saya juga tidak tahu, kenapa sampai sekarang belum diperbaiki. Kemungkinan anggaran juga belum ada,” cetusnya.

Saat di Konfirmasi Ketua DPRD Koltim Hj. Suhaemi Nasir enggan berkomentar. Padahal didalam rapat tersebut dihadiri tokoh pemekaran, Plt Bupati Koltim, Pimpinan OPD, Kapolres Kolaka, dan Dandim 14/12 Kolaka, sekaligus masyarakat yang sempat menghadiri.

Laporan : Muhammad Alpriyasin

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id