KendariKesehatan

Enam Kabupaten Ikut Penilaian Stunting, Sekda Sultra Nilai Koltim Terbaik

KENDARI – Sekretaris Daerah Sultra, Dr. Hj. Nur Endang Abbas, membuka kegiatan penilaian kinerja upaya penurunan stunting terintegrasi Kabupaten Lokus di salah satu Hotel di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Agenda ini diikuti perwakilan Pemerintah Daerah Kolaka Timur (Koltim) yakni Kadis Kesehatan, Kadis DLH, Kadis Kominfo, Kadis PUPR, Kadis BKKBN, Kadis Sosial, Kadis Pemberdayaan Perempuan, Asisten I Pemerintahan serta Sekda Koltim, pada Kamis (27/5/2021).

Saat memaparkan program, Sekda Koltim Andi Muh. Iqbal Tongasa menyampaikan di hadapan Sekda Sultra bahwa jika stunting memang menjadi isu nasional maka program tersebut wajib di prioritaskan dalam setiap program pemerintah pusat maupun daerah.

Alasannya, agar pemda berupaya dapat bekerjasama dengan semua pihak sehingga lintas sektor dalam penanganan stunting ini dapat terakumulasi sesuai prosedur yang ada.

“Agar apa yang direncanakan dari awal, bisa tuntas hingga akhir,” Papar Sekda Koltim ini.

Dikatakannya lagi ketika stunting menjadi salah satu program yang di fokuskan maka semua pihak di Koltim akan turut bahu membahu menangani masalah stunting ini.

“Misalnya semua Desa di Koltim sudah menganggarkan untuk Kader Pembangunan Manusia atau (KPM) melalui dana desa,” jelasnya.

Lanjut Sekda, untuk aksi 1-8 tersebut pihaknya sebelumnya telah di mengerjakan sehingga di akhir 2020 lalu angka penurunan stunting telah berada di angka 15,7 persen.

“Ini berkat kerjasama dengan semua OPD dan pohak terkait lainnya,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Sekda Sultra langsung menilai stand lomba pameran enam Kabupaten yang mengikuti kegiatan tersebut diantaranya kabupaten Muna, Buton, Buton Selatan, Kolaka, Kolaka Timur, dan Wakatobi.

Sehingga Sekda Sultra melihat dari ke enam stand tersebut bahwa stand Koltim menjadi salah satu yang dinilainya sangat baik.

“Kegiatan hari ini sebenarnya yang setiap tahun sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendahri) untuk menilai kabupaten yang telah melaksanakan interfensi penanganan Stunting di Kabupaten Lokus,” Kata dia.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa di Tahun 2009 lalu hanya ada 2  Kabupaten saja yang mengikuti program itu yakni Buton dan Kolaka.

Namun di tahun 2020 ini keterikatan dalam Lokus telah bertambah empat Kabupaten lainnya.

“Nah itu juga sudah kita berikan bantuan tehnis dalam rangka penguatan interfensi, lalu kami juga sudah nilai kemarin,” ucapnya.

Perlu di ketahi Penilaian Kinerja Pelaksananaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi adalah proses penilaian kemajuan kinerja kabupaten/kota dalam melakukan upaya untuk memperbaiki konvergensi intervensi gizi (spesifik dan sensitif).

Laporan : Awal

Editor : AL

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id