FAMHI Minta Kejati Sultra Segera Tangkap Aktor Utama Kasus di ESDM

KENDARI - Kemarin Kamis (17/6/2021), Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) telah menetapkan secara resmi tersangka kasus tindak pidana korupsi Tambang milik PT. Toshida Indonesia, yang melibatkan empat orang sekaligus yakni Dirut PT. Toshida Indonesia inisial YSM, dan Mantan Plt Kepala Dinas ESDM Sultra inisial BHR, mantan Kabid Minerba inisial LSO dan juga karyawan PT. Toshida Indonesia inisial UMR.
Setelah terbukti bersalah, Dirut PT. Toshida Indonesia dan Eks Mantan Plt Kadis ESDM Sultra, langsung dilakukan penahanan oleh pihak Kejati Sultra. Sementara keduanya masih belum dilakukan penahanan.
Terkait kasus tersebut, sontak menjadi apresiasi dari berbagai pihak, Salah satunya Forum Advokasi Mahasiswa Hukum Indonesia (FAMHI Sultra-Jakarta).
Dalam keterangan pres rilisnya yang diterima Sultranews pihaknya mengapresiasi kinerja Kejati Sultra dalam membongkar skandal kasus korupsi pada PT. Toshida Indonesia yang melibatkan dari Dinas ESDM Sultra, hingga terjadi kerugian negara senilai Rp. 168 milyar, bahkan bisa lebih besar dari itu.
Untuk itu, FAMHI Sultra-Jakarta meminta kepada Kejati Sultra untuk segera membongkar kasus tersebut secara terang-benderang agar timbul kepercayaan masyarakat terhadap Institusi Penegak Hukum.
Selain itu FAMHI juga mendesak agar Kejati Sultra segera menangkap Aktor utama dalam kasus Skandal Korupsi PT. Toshida Indonesia yang dianggap merugikan Negara ratusan milyar itu, serta oknum Pejabat yang ikut terlibat baik secara langsung maupun tidak Langsung.
"Kami berkeyakinan bahwa dalam kasus ini pasti ada aktor intelektualnya atau yang mengatur baik secara horizontal maupun secara vertikal. Karena kami melihat pola yang dimainkan sangat terstruktur dan sistematis," Kata Midul Makati selaku Ketua umum FAMHI Sultra-Jakarta, Jumat (18/6/2021).
Menurut Midul, Kejati Sultra harus terbuka kepada masyarakat dalam proses kasus Korupsi PT. Thosida tersebut. Sebab kata dia, dalam waktu dekat akan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun ke Sultra dan ikut terlibat dalam proses penyelidikan kasus skandal korupsi pertambangan di bumi Anoa Sultra.
"Saya menduga dalam kasus korupsi ini, banyak melibatkan orang-orang besar di negeri ini maupun pejabat sultra yang sedang berkuasa. Olehnya itu kami meminta pihak penegak hukum tidak takut dalam membuka kasus ini ke publik sekalipun itu ada orang besar yang ikut terlibat," cetusnya.
Untuk diketahui Kejati Sultra telah menahan Dirut PT. Thosida Indonesia dan Eks Plt Kadis ESDM Sultra, setelah sebelumnya menetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi persetujuan RKAB dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam kasus PT Tosida Indonesia pada Tahun 2020 lalu.
SN
Pria di Bombana Sembunyikan Sabu Siap Edar di Dalam Sarung, Polisi Temukan 13,02 Gram, Ada Uang Tunai dan Ponsel
Manajemen PT RCP Bantah Keterkaitan Penangkapan Arlan dengan Perusahaan
Akibat Informasi Menyesatkan, Kantor PT RCP Jadi Sasaran Amukan Massa
Narkoba Jaringan Internasional Beraksi di Sultra, 6,5 Kg Sabu Diamankan, Ancaman Pidana Mati!
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 31 RSUD di Indonesia, Total 8 Tersangka Ditahan
Berita BerikutnyaBegini Kronologis Tabrak Lari, yang Tewaskan Seorang IRT di Konawe
Baca Lainnya
Posaline Dewi Kembali Diperiksa, Kejati Sultra Kembangkan Kasus Korupsi PT AMIN Rp 233 Miliyar
KENDARI, Sultranews.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memeriksa terpidana kasus PT Alam Mitra Indah Nugraha (PT AMIN), Posaline Dewi, pada Selasa (14/7/2026). Posaline tiba di…
Kasus Dugaan Perzinaan Dua Oknum Guru P3K Konawe Makin Terang, Kuasa Hukum Ungkap Fakta Baru
KONAWE, Sultranews.co.id – Kasus Dugaan perzinahan Oknum Guru P3K di Kabupaten Konawe yang dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga pada 18 mei lalu terhadap sang suami yang kedapatan…
Sesama Penegak Hukum Unjuk Kesolitan, Polres dan Kejari Konawe Komitmen Soal Penegakan
KONAWE, Sultranews.co.id – Polres Konawe dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergitas dan soliditas dalam penegakan hukum di Kabupaten Konawe. Komitmen tersebut ditunjukkan…
KSPN Sultra Desak Penindakan, Viral Kedatangan TKA asal Tiongkok di Pomalaa Diduga Tanpa Dokumen Jelas
KONAWE, Sultranews.co.id - Maraknya Tenaga Kerja Asing di Sulawesi Tenggara bukan menjadi isu baru, bahkan penomena dalam perusahaan-perusahaan besar di bidang pertambangan. Apalagi yang melibatakn modal atau investor…
2 Pria Asal Kolaka Nekat Transaksi Sabu 100 Gram Dekat RS Bahteramas Kendari, Dibekuk Ditresnarkoba Polda Sultra
KENDARI, Sultranews.co.id - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Dalam operasi digelar, Selasa (12/5/2026) dini hari, polisi…
Aksi Pencurian Pria Misterius di SMA Lambuya Konawe Terekam CCTV, Barang Elektronik Raib Dibawa Kabur
KONAWE, Sultranews.co.id – Seorang pria di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), terekam CCTV sekolah, hendak mencuri, Selasa (12/5/2026) sekira 02.00 Wita. Aksi pencurian ini terjadi di SMA Negeri…















