Inisiasi Program Satu Promotor Kesehatan Per Desa, Ketua PPPKMI Sultra Ajak Seluruh Anggota Konsolidasi

waktu baca 3 menit
Kegiatan penyelenggaraan Sumpah Profesi Promotor Kesehatan, yang bertempat di salah satu hotel di Kota Kendari, diikuti ratusan peserta secara daring Sabtu (8/4/2023). Foto Ist

KENDARI – Ketua Umum Pengurus Daerah Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (Pengda PPPKMI Sultra) Dr. Fikki Prasetya, SKM., M.Kes, memberikan pernyataan dan ajakan konsolidasi kepada seluruh anggota organisasi profesi pada kegiatan penyelenggaraan Sumpah Profesi Promotor Kesehatan, yang bertempat di salah satu hotel di Kota Kendari (Sabtu, 8/4/2023) belum lama ini.

Dalam pernyataannya, Ketua Pengda PPPKMI Sultra mengajak konsolidasi kepada seluruh anggota di Sulawesi Tenggara untuk solid dalam memuluskan agenda Program satu promotor Kesehatan satu desa.

Pada sambutan yang diberikan dihadapan ratusan peserta sumpah profesi promotor Kesehatan, ditekankan bahwa pentingnya setiap anggota organisasi profesi tersebut untuk bersatu, dalam mendukung setiap program yang dicanangkan oleh PPPKMI baik program secara nasional maupun daerah.

“Ide ini sdh lama kami coba gaungkan, mengingat pentingnya peran promotor Kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan Kesehatan masyarakat. Bercermin pada masa pandemik Covid-19 kemarin, dimana kapasitas layanan rumah sakit di Sultra sempat kepayahan dalam menangani banyaknya pasien, menjadi signal bahwa upaya promotif dan preventif yang komprehensif, masih perlu dioptimalkan lagi untuk mencegah permasalahan tersebut terjadi Kembali. Bahkan kita tahu bersama, anggaran Kesehatan banyak yang jebol karena membiayai layanan kuratif yang seharusnya banyak penyakit masyarakat bisa dicegah” pungkas Dr, Fikki saat ditemui awak media di sela-sela penyelenggaraan Sumpah Profesi Promotor Kesehatan.

Ketua Umum Pengda PPPKMI Sultra Dr. Fikki Prasetya, SKM., M.Kes,

Saat ini di Sulawesi Tenggara, tenaga promotor kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan masih kurang memadai, jika dibandingkan jumlah masyarakat yang harus dilayani diwilayah kerja mereka bertugas.

Fikki panggilan akrab Doktor muda ini mencontohkan, di Puskesmas Puuwatu Kendari, jumlah tenaga promkes hanya 3 orang yang melayani sekitar 15 ribu warga masyarakat. Hal itu menurutnya merupakan ketimpangan, yang dapat mengakibatkan hak akan pelayanan promosi Kesehatan tidak terpenuhi. Rasio ini perlu ditingkatkan, agar pelayanan mampu menjangkau masyarakat secara menyeluruh, terkait upaya promosi Kesehatan dilapangan.

Baca Juga :  Empat SKPD Bentukan Pemda Konawe Segera Dibahas Diparlemen

Oleh karena itu, Fikki mencoba menginisiasi program satu promkes satu desa untuk menjawab permasalahan minimnya nakes promkes dalam melayani masyarakat.

Program serupa juga telah di lakukan oleh PPNI sebagai inisiatior program satu perawat satu desa, dan ketua Pengda PPPKMI Sultra merasa program ini dapat pula dilakukan pada nakes Promkes.

“PPPKMI Sultra saat ini sudah memiliki ribuan anggota, yang tersebar di berbagai faskes di Sultra. Jumlah yang banyak tersebut merupakan aset organisasi yang harus diberdayakan. Tentunya juga, organisasi ini akan melihat calon pemimpin kedepan, yang bisa membawa aspirasi ini sampai benar-benar program satu promkes satu desa dapat diterapkan di Sultra, dan kami akan mencoba berkolaborasi dengan stakeholder terkait, untuk dapat memberikan hak akan pelayanan Kesehatan bagi masyarakat khususnya upaya promotif dan preventif bagi masyarakat kita” ungkap Fikki Prasetya dihadapan ratusan peserta sumpah profesi promosi Kesehatan secara daring waktu itu.

SN