Mahasiswa Papua Kendari Cinta Damai, Tolak Rasisme dan Diskriminatif

sultranews.net - Himpunan Mahasiswa Papua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta kepada Pemerintah segera turun tangan untuk meredam situasi yang saat ini sedang memanas di Indonesia.
Seperti yang terjadi di Kota Malang dan Surabaya, oknum yang melakukan tindakan provokarif segera diproses secara hukum. Pasalnya, akibat ulah oknum yang menyebarkan isu negativ dan propaganda, menyebabkan kondisi di Kota Jayapura saat ini mencekam.
"Kami menolak tindakan rasisme dan diskriminasi seperti yang dialami mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya. Kita tidak inginkan hal itu juga terjadi di Kota Kendari. Kami hanya sangat menyayangkan, jika hal itu benar-benar terjadi," ujar ketua HMP Kota Kendari, Yimiksa Gwijangge, kepada sejumlah awak media, kemarin (19/8/2019).
Kejadian yang terjadi Malang dan Surabaya, mahasiswa Papua ini tidak ingin terjadi di Kota Kendari. Pihak ya berharap, hanya ingin damai hidup berdampingan dengan masyarakat pribumi.
"Kita datang disini hanya mencari ilmu, tidak mau cari keributan. Kita juga tidak ingin ikut-ikutan seperti yang telah terjadi di Papua saat ini. Namun kita meminta agar pemerintah tidak diam, segera mengambil langkah untuk meredam masyarakat Papua dan juga oknum pelaku lenyebar hoaks dan propaganda," jelasnya.
Untuk diketahui, jumlah mahasiswa Papua yang tersebar di Kota Kendari mencapai 500 jiwa dan tersebar di beberapa perguruan tinggi, baik swasta maupun nasional.
Liputan. Wayan Sukanta
Pria di Bombana Sembunyikan Sabu Siap Edar di Dalam Sarung, Polisi Temukan 13,02 Gram, Ada Uang Tunai dan Ponsel
Manajemen PT RCP Bantah Keterkaitan Penangkapan Arlan dengan Perusahaan
Akibat Informasi Menyesatkan, Kantor PT RCP Jadi Sasaran Amukan Massa
Narkoba Jaringan Internasional Beraksi di Sultra, 6,5 Kg Sabu Diamankan, Ancaman Pidana Mati!
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 31 RSUD di Indonesia, Total 8 Tersangka Ditahan
Berita BerikutnyaMenunggak PAD Retribusi Hingga 24 M, VDNI Berjanji Akan Selesaikan Bulan Ini
Baca Lainnya
Posaline Dewi Kembali Diperiksa, Kejati Sultra Kembangkan Kasus Korupsi PT AMIN Rp 233 Miliyar
KENDARI, Sultranews.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memeriksa terpidana kasus PT Alam Mitra Indah Nugraha (PT AMIN), Posaline Dewi, pada Selasa (14/7/2026). Posaline tiba di…
2 Pria Asal Kolaka Nekat Transaksi Sabu 100 Gram Dekat RS Bahteramas Kendari, Dibekuk Ditresnarkoba Polda Sultra
KENDARI, Sultranews.co.id - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Dalam operasi digelar, Selasa (12/5/2026) dini hari, polisi…
Bantuan Pangan Capai 10.405 Jiwa Terdampak Banjir di 6 Daerah Sulawesi Tenggara
KENDARI, Sultranews.co.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Bulog menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada di Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya yang terdampak banjir. Keputusan penyaluran…
Jaksa Gadungan di Kendari Tipu Mahasiswa, Janjikan Kerja Penjaga Tahanan Kejaksaan, Uang Dipakai Foya-foya
KENDARI, Sultranews.co.id – Tim Buser77 Satreskrim Polresta Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan, Selasa (12/5/2026) sekira pukul 03.30 Wita. Polisi mengamankan seorang Jaksa Gadungan…
Kecanduan Sabu Pria 29 Tahun di Kota Kendari Gasak Mesin Cuci Orangtuanya, Dijual ke Rekan Sendiri Rp650 ribu
KENDARI, Sultranews.co.id – Seorang pria berinisial MT (29), di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan personel kepolisian. Usai menggasak perabot rumah tangga milik keluarganya, demi memenuhi…
Honda Scoopy Curian Dijual Rp3 Juta di Media Sosial, Dua Pria Dibekuk Polresta Kendari, Beraksi Usai Ambil Tempelan Sabu
KENDARI, Sultranews.co.id - Dua pelaku curanmor di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil dibekuk polisi, pada Minggu (29/03/2026). Kedua pelaku pencurian motor ini yakni pria berinisial DE…















