Panorama Malam Hari Pantai Kamali di Baubau Sulawesi Tenggara

waktu baca 4 menit
Pantai Kamali di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara menjadi tempat wisata pantai pilihan masyarakat, khususnya untuk menikmati keindahan malam hari.

BAUBAU, Sultranews.co.id – Pantai Kamali di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara menjadi tempat wisata pantai pilihan masyarakat, khususnya untuk menikmati keindahan malam hari. Tempat wisata tersebut seakan menjadi primadona bagi Masyarakat Baubau dan sekitarnya akan keindahan malamnya yang membuat candu bagi para pengunjung.

Selain keindahan malamnya yang memukau, Pantai berada di Jalan Mayjen Sutoyo, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, memiliki keunikan tersendiri yang mungkin tidak dimiliki oleh pantai-pantai lainnya. Dimana pantai ini tidak memiliki pasir di pinggir pantainya, karena telah diubah menjadi taman yang indah.

Setiap pengunjung yang datang ke pantai ini akan disambut dengan lampu-lampu taman yang terang dan cantik, plus patung Kepala Naga yang telah menjadi ikon Kota Baubau, yang merupakan simbol yang melambangkan kekuatan, kegigihan dan kejayaan Kerajaan Buton yang pernah berkuasa dan memiliki kecerdasan seperti naga.

Selain menikmati keindahan malam, para pengunjung juga bisa menikmati beragam kuliner khas, aksesoris unik, hingga permainan untuk anak-anak. Pihak pengelola juga telah menyediakan fasilitas yang memadai untuk kenyamanan pengunjung, mulai dari toilet dan musholla yang bersih dan nyaman. Warung dan restoran yang menghidangkan berbagai hidangan lezat, bangku-bangku taman yang tersedia untuk bersantai, area bermain anak, hingga tempat parkir yang luas.

Pantai Kamali di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara menjadi tempat wisata pantai pilihan masyarakat, khususnya untuk menikmati keindahan malam hari.

Pada malam hari Pantai Kamali terang benderang oleh lampu jalanan, dan lampu yang dipasang dari para pedagang dengan menggunakan generator. Banyak pedagang berjualan mulai dari mainan anak-anak hingga baju dan sepatu dengan harga murah.

Pantai ini juga tentunya mendatangkan berkah bagi para penjual. Pasalnya pengunjung yang datang selain menikmati suasana malam, juga kadang membeli sesuatu untuk dibawa pulang.

Baca Juga :  Soal Jalan Rusak Mataiwoi-Abuki, Begini Penjelasan Kadis PUPR Provinsi Sultra Pahri Yamsul

“Saya jualan di sini, alhamdulillah bisa dapat untung juga, karena kalau lagi ramai, bisa dapat untung baik. Tapi kalau lagi sepi ya kadang kurang. Tapi yang paling ramai biasa kalau malam Minggu, banyak orang yang datang ke Pantai Kamali ini,” ujar Suaiba (38), pedagang mainan anak-anak.

Wilayah di Pantai Kamali ini terbagi menjadi 3 bagian, bagian timur merupakan area yang di sampingnya banyak penjual aksesoris lesehan, mainan anak seperti mandi bola hingga memancing ikan magnet.

“Kami hanya hanya berjualan pada malam hari karenan pada siang hari kami dilarang untuk berjualan di area ini,” ungkap Amran salah satu pedagang di Pantai Kamali.

Sementara itu, Isman salah satu pengunjung mengatakan, bagian tengah terdapat patung kepala naga yang menjadi maskot Kota Baubau. Pada malam hari mata patung kepala naga tersebut akan kelihatan berwarna merah menyala. Patung yang dibangun pada tahun 2007.

Ini merupakan simbol yang melambangkan kekuatan, kegigihan dan kejayaan Kerajaan Buton yang pernah berkuasa dan memiliki kecerdasan seperti naga.

“Di depan patung kepala naga ini, persisnya di pinggir pantai terdapat banyak pedagang makanan terutama makanan khas yaitu gorengan dan saraba,” jelasnya.

Pantai Kamali di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara menjadi tempat wisata pantai pilihan masyarakat, khususnya untuk menikmati keindahan malam hari.

Sedangkan bagian barat awalnya tempat ini digunakan untuk parkir kendaraan dan ruang pameran kerajinan namun sekarang didominasi oleh pedagang kaki lima. Di tempat ini juga sering dijadikan tempat untuk menggelar event-event penting.

“Kapal-kapal kecil nelayan yang berlabuh dan mencari ikan di laut lepas bisa di saksikan sembari bercengkrama dengan keluarga, teman dekat maupun kolega,” tuturnya.

Baca Juga :  Proyek Pengaspalan Jalan Poros Mataiwoi-Abuki Diduga Gagal Mutu

Tidak jauh di sebelah kanan Pantai Kamali berada, terdapat pelabuhan Murhum, yang merupakan pelabuhan penumpang yang kerap di singgahi kapal-kapal milik PT PELNI. Alun-alun ini juga berada tak jauh dari pelabuhan rakyat ‘Jembatan Batu’ yang merupakan pelabuhan barang.

Berada di pinggir pantai dan berdekatan dengan kedua pelabuhan tersebut manjadikan Pantai Kamali memiliki view yang menarik sekaligus mempesona. Karena letak Pantai Kamali yang strategis dan berada di pusat kota.

Bagi para pengunjung, bisa mencapainya dengan mudah menggunakan kendaraan darat baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Ada pula becak bermotor atau yang biasa disebut dengan bentor yang siap mengantar sampai larut malam.

Selain dijadikan sebagai tempat wisata malam hari, Pantai Kamali juga kerap dijadikan sebagai tempat olahraga pada pagi dan sore hari seperti jogging, bersepeda, atau bermain sepatu roda di area taman dan sekitarnya. (Adv)

Laporan : Dedi

Editor : Jaspin