Pemdes Labela Buat Talut Penahan Longsor Sepanjang 81 Meter Persegi

waktu baca 2 menit

KONAWE – Lagi-lagi Pemerintah Desa (Pemdes) Labela, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat pujian dari masyarakat setempat.

Pujian itu dilontarkan oleh masyarakat setempat yakni warga di Dusun Dua (2). Mereka bersyukur karena adanya pembangunan pembuatan talut yang berada tepat dibelakang rumah mereka, berseblahan langsung dengan Kali/sungai Alabela.

Salah satu warga di Dusun Dua Desa Labela Alimin, yang ditemui SultraNews Rabu (6/4/2022) pagi tadi megungkapkan, sangat bersyukur dengan adanya anggaran Dana Desa (DD) tersebut.

Kata Alimin, rumahnya yang berada tepat diposisi tebing Kali Alabela, membuat dirinya was-was ketika musim penghujan turun.

Kepala Desa Labela Damadi, S.Sos, saat memperlihatkan material yang sementara diangkut oleh para ibu-ibu.

“Rumahku ini pak berada dibibir tebing kali. Jika hujan turun, saya suka khawatir kalau ada longsor. Kalau longsor, rumahku juga ikut terbawa,” tutur Alimin.

Beruntung dengan adanya anggaran Dana Desa, lanjut dia, Pemdes dalam hal ini Kepala Desa (Kades Labela) telah merencanakan pembangunan talut tahun ini.

“Alhamdulillah dengan adanya pembangunan talut, rasa khawatir saya mulai surut. Artinya was-wasku sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, ditempat terpisah Kades Labela Damadi, S.Si menjelaskan, untuk pembangunan pembuatan talut berada tepat diposisi bibir sungai belakang rumah warga, yang bertujuan untuk menahan terjadinya longsor pada saat musim penghujan tiba.

Adapun perencanaannya kata Damadi, sapaan akrab Kades Labela ini, bakal dialokasikan sepanjang 81 meter persegi, yang mampu menahan longsor pada bibir sungai.

“Pembuatan talut ini mampu mencegah terjadinya longsor. Kebetulan dengan panjang 81 meter, ketinggian kurang lebih 2 meter mampu menahan banyaknya 10 rumah yang berdiri diatas bibir kali Alabela,” jelas pria berkumis ini.

Nampak para ibu-ibu yang tengah mengsngsur meterial pasir di tempat pembuatan talut penahan longsor.

Adapun proses pengerjaanya, lanjut Kades Labela, turut diberdayakan warga setempat. Seperti ibu-ibu rumah tangga dengan sistem Harian Orang Kerja (HOK).

Baca Juga :  Empat SKPD Bentukan Pemda Konawe Segera Dibahas Diparlemen

“Tadi ibu-ibu dan bapak-bapak sudah mulai mengangkut pasir dan batu ditempat pembangunan talut. Karena posisinya berada dibelakang rumah warga, aksesnya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, maka untuk pendistribusian material di tempat pembuatan talut, harus membutuhkan kerja ekstra,” ucap Damadi.

Untuk tahap pertama anggaran Dana Desa lanjut Damadi, selain pembuatan talut yang telah direncanakan kelar pada tahap kedua mendatang, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), telah kami salurkan.

Untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berjumlah 82 sebesar Rp 900.000 untuk periode Bulan Januari, Februari, dan Maret.

“Inikan baru salur satu (1), jadi masih ada lagi salur dua (2) dan salur (3) untuk tahun 2022 ini,” ujarnya.

Laporan: Jaspin