Polda Sultra Diminta Tindak Tegas Tambang "Ilegal" di Koltim yang Diduga Kebal Hukum.

KOLAKA TIMUR - Seolah tak peduli tampak kerusakan lingkungan, kegiatan penambangan "illegal" yang dilakukan oleh salah satu oknum yang melancarkan aksinya guna meraih keuntungan yang sangat besar.
Begitu ironisnya, masih saja ada aktifitas illegal yang ugal-ugalan dan diduga kebal hukum, padahal jelas-jelas sangat merugikan Negara.
Seperti aktifitas penambangan yang berada di tiga wilayah di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yakni Desa Pangi-Pangi, Iwoikondo dan Putemata yang diduga melenggang bebas meskipun tidak memiliki izin.
Sedangkan apabila merujuk pada undang-undang nomor 4 tahun 2009, sangat jelas disebutkan pada pasal 158 bahwa “Setiap orang melakukan usaha pertambangan yang tidak mempunyai IUP, IPR, atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100 Milyar.
Menurut Lembaga Swadaya Masyarakat yang mengatas namakan Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak) Koltim, bahwa tambang “illegal” yang ada di Putemata yamg diketahui milik inisial GT, AS,KL yang sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak APH.
“Iya inisial GT, AS,KL yang melakukan penambangan Pasir,” jelasnya.
Namun sayangnya, Beltiar sebelumnya pernah menyurat di Polda Sultra kurang lebih dua kali, akan tetapi saat ini belum ada tanggapan dari pihak tertentu.
“Iya sudah dua kali saya menyurat, hanya yang pertama itu di Desa Putemata sudah pernah di Police Line tapi di buka lagi,” kesalnya.
Lanjut Beltiar, kesesalan itu terjadi ketika galian tambang C pernah memakan korban seorang anak akibat tenggelam di lokasi tepatnya di Desa Putemata.
“Namun kenapa pihak APH tidak menghentikan penambangan yang tidak berijin itu,” tegasnya.
Diungkapkan Beltiar di Desa Pangi-Pangi khususnya itu pun banyak penambangan, namun ia menduga ada lima perusahaan besar yang mengolah yakni PT Global, PT PRM dan oknum PT HK.
Saat di konfirmasi Kepala Desa (Kades) Pangi-Pangi membenarkan hal itu dirinya mengaku alat excavator di Desanya tiba-tiba saja masuk ke wilayahnya.
“Iya ada kegiatan memang di Desa saya tiba-tiba masuk tanpa ada konfirmasi sama kita, dan itu milik Haji Adu,” ucap Kades kepada Sultranews.co.id,Rabu 23 Juni 2021,sekitar Pukul 02.15 Wita.
Lebih lanjut Beltiar, terkhususnya lagi di Desa Iwoikondo ternyata ada aktifitas penambangan yang dilakukan di belakang waduk yang diduga semua tidak memiliki ijin tambang C.
”Banyak alat berat juga tiba-tiba masuk ke wilayah itu,” ungkapnya.
Saat di mintai keterangan Kades Iwoikondo Amiruddin menyesalkan dengan masuknya tambang di wilayahnya padahal dampak tersebut sangat nyata pada saat beberapa pekan lalu sawah warganya diterjang banjir akibat luapan air di dekat tambang C tersebut.
“Jadi kami di Desa ini tidak mendapatkan apa-apa karena itu kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) jadi retribusi yang kami dapat tidak ada,” sesalnya.
Kata dia, sebelumnya pihak yang menambang di wilayahnya sudah pernah menemuinya untuk melakukan penambangan di Desanya, karena si penambang ini mengaku telah mengantongi ijin dari Pemprov Sultra.
“Menurut mereka itu katanya sudah ada ijin mereka pegang, tapi juga saya belum pernah lihat,” terang Amiruddin Kades Iwoikondo.
Atas dasar tersebut, NGO Barak Koltim Beltiar telah melaporkan terduga ke Polda Sultra untuk di tindak lanjuti sebagaimana mestinya.
Oleh karena itu tanpa pandang bulu supremasi hukum harus benar-benar ditegakkan, kepada penambang liar di Desa Pangi-Pangi, Iwoikondo dan Putemata yang jelas-jelas tak berijin alias bodong, dan ini sudah menjadi tuga bagi penegak hukum setempat untuk melakukan tindakan tegas.
Pasalnya, aktifitas penambangan liar yang tidak procedural jelas akan berdampak pada lingkungan dalam jangka panjang dan tidak menutup kemungkinan berimbas pada kebocoran pajak sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Laporan : Muhammad Alpriyasin
Pria di Bombana Sembunyikan Sabu Siap Edar di Dalam Sarung, Polisi Temukan 13,02 Gram, Ada Uang Tunai dan Ponsel
Manajemen PT RCP Bantah Keterkaitan Penangkapan Arlan dengan Perusahaan
Akibat Informasi Menyesatkan, Kantor PT RCP Jadi Sasaran Amukan Massa
Narkoba Jaringan Internasional Beraksi di Sultra, 6,5 Kg Sabu Diamankan, Ancaman Pidana Mati!
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 31 RSUD di Indonesia, Total 8 Tersangka Ditahan
Berita BerikutnyaNelayan Asal Bombana Dilaporkan Hilang di Teluk Paria Poleang
Baca Lainnya
Posaline Dewi Kembali Diperiksa, Kejati Sultra Kembangkan Kasus Korupsi PT AMIN Rp 233 Miliyar
KENDARI, Sultranews.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memeriksa terpidana kasus PT Alam Mitra Indah Nugraha (PT AMIN), Posaline Dewi, pada Selasa (14/7/2026). Posaline tiba di…
Kasus Dugaan Perzinaan Dua Oknum Guru P3K Konawe Makin Terang, Kuasa Hukum Ungkap Fakta Baru
KONAWE, Sultranews.co.id – Kasus Dugaan perzinahan Oknum Guru P3K di Kabupaten Konawe yang dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga pada 18 mei lalu terhadap sang suami yang kedapatan…
Sesama Penegak Hukum Unjuk Kesolitan, Polres dan Kejari Konawe Komitmen Soal Penegakan
KONAWE, Sultranews.co.id – Polres Konawe dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergitas dan soliditas dalam penegakan hukum di Kabupaten Konawe. Komitmen tersebut ditunjukkan…
KSPN Sultra Desak Penindakan, Viral Kedatangan TKA asal Tiongkok di Pomalaa Diduga Tanpa Dokumen Jelas
KONAWE, Sultranews.co.id - Maraknya Tenaga Kerja Asing di Sulawesi Tenggara bukan menjadi isu baru, bahkan penomena dalam perusahaan-perusahaan besar di bidang pertambangan. Apalagi yang melibatakn modal atau investor…
2 Pria Asal Kolaka Nekat Transaksi Sabu 100 Gram Dekat RS Bahteramas Kendari, Dibekuk Ditresnarkoba Polda Sultra
KENDARI, Sultranews.co.id - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Dalam operasi digelar, Selasa (12/5/2026) dini hari, polisi…
Aksi Pencurian Pria Misterius di SMA Lambuya Konawe Terekam CCTV, Barang Elektronik Raib Dibawa Kabur
KONAWE, Sultranews.co.id – Seorang pria di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), terekam CCTV sekolah, hendak mencuri, Selasa (12/5/2026) sekira 02.00 Wita. Aksi pencurian ini terjadi di SMA Negeri…















