Proyek Pengaspalan di Kolaka Timur Diduga Dikerja Asal-asalan, Erikman: APH Harus Turun Periksa

waktu baca 2 menit
Foto kondisi aspal yang baru berumur 2 bulan, pasca dua kali adendum.

KOLAKA TIMUR, Sultranews.co.id – Proyek pengaspalan ruas jalan Tinondo-Solewatu menghubungkan Kecamatan Mowewe dan Uluiwoi Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) tuai sorotan.

Sorotan tersebut muncul dari salah satu pemerhati masalah sosial kemasyarakatan Koltim, Erikman,
meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun memeriksa proyek pengaspalan ruas jalan Tinondo-Solewatu, yang menelan anggaran senilai Rp 24 Miliyar, yang diduga pihak kontraktor PT Sinar Bulan (SB) tidak profesional dalam mengerjakan pekerjaan tersebut.

“APH jangan tutup mata. Tolong di kroscek di lapangan pekerjaan PT SB, yang mana sangat diduga keras telah terjadi Tidak Pidana Korupsi (Tipikor) pada proyek tersebut,” pinta Erikman, kepada media ini Selasa (16/4/2024).

Foto kondisi aspal sebelum lebaran Idul Fitri.

Terkait proyek tersebut, kata Erikman, banyak kejanggalan yang ditemukan disana. Mulai dari material timbunan yang digunakan yang tidak sesuai spek.

Bahkan pihak Dinas PU Koltim, lanjut Erikman, sudah pernah menolak material yang digunakan. Tetapi belakangan material tersebut masih tetap digunakan, sehingga kualitas pekerjaan juga menjadi rendah.

“Belum lagi di beberapa tempat ada dugaan penggunaan Aspal yang sudah dingin tetapi masih dipakai. Ada bukti vidio yang sempat direkam masyarakat dan sudah tersebar luas,” ujar Erik, panggilan karibnya.

Erik juga menyangkan keputusan dari Dinas PU Koltim yang tetap memberikan perpanjangan masa kontrak (adendum) sebanyak dua kali kepada pihak rekanan. Padahal sejak awal dinas PU sudah melihat adanya indikasi pekerjaan tersebut bakal di kerja asal-asalan.

“Kenapa tidak dilakukan pemutusan kontrak saja sejak masa waktu pengerjaannya berakhir, untuk menghindari kerugian negara yang lebih besar. Kenapa malah tetap diberikan toleransi? Sehingga jadinya yah kita lihat saja hasilnya, baru 2 bulan aspalnya sudah hancur begitu, yang rugi jelas masyarakat penerima manfaat jalan,” cetusnya.

Baca Juga :  Mendagri Terbitkan SE dan Imbau Kepala Daerah Bangun Koordinasi Wujudkan Pilkada Aman dan Damai

Laporan: Jaspin