EkonomiKonawe

Ribuan KK di Konawe Bakal Terima Bantuan Langsung Tunai

Konawe – Kementerian Sosial (Kemensos) bakal menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada sejumlah kepala keluarga (KK) di seluruh Indonesia. Di Konawe, pemerintah kabupaten (pemkab) setempat diberi jatah sebanyak 15 ribu KK untuk mendapat BLT dari Kemensos RI.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Konawe, Ikhsan Saranani saat diwawancarai di kantor DPRD Konawe, usai melaksanakan Rapat Banggar bersama Anggota DPRD Konawe Jum’at (17/4/2020).

Ia menjelaskan, 15 ribu KK penerima BLT Kemensos RI itu, merupakan warga yang sebelumnya diusulkan lewat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial Konawe.

“Nanti dibayarkan selama tiga bulan. Per bulan, setiap KK menerima Rp 200 ribu. Sudah ada nama-nama penerimanya per kecamatan. Perlu dicatat, BLT dari Kemensos ini beda dengan BLT yang bersumber dari Dana Desa (DD),” ujar Iksan Saranani.

Sebenarnya kata Iksan Saranani, berdasarkan basis data terpadu (BDT) yang ia pegang, sebelumnya ada 19.569 KK di Konawe yang tidak masuk sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun bantuan lain. Setelah kuota penerima BLT Kemensos RI di Konawe disetujui, lanjutnya, maka saat ini ada sekitar 4 ribuan KK yang belum tersentuh bantuan, baik dari pusat maupun pemerintah daerah.

“Itu masuk daftar tunggu penerima bantuan. Kedepan, yang empat ribu lebih KK itu akan kita prioritaskan. Sebab, itu sudah jadi tanggung jawab kami di Dinas Sosial Konawe,” ungkapnya.

Iksan juga menyebut, selain data penerima BLT, penerima BNPT di Konawe mencapai 16.044 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk bantuan PKH, mencapai 13.162 KPM. Sementara, untuk penerima program bantuan sosial pangan (BSP) di Konawe mencapai 17.018 KPM. Selain itu, ia membeberkan, masih ada data calon warga penerima manfaat di Konawe yang belum valid sebanyak 900-an KK.

“Yang 900 lebih KK itu masih kita cocokkan dengan data dari Disdukcapil Konawe,” beber Kepala Dinas Sosial Konawe itu. (SN)

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id