KendariPendidikan

SDN 84 Kendari Siap Laksanakan UAS Secara Tatap Muka di Sekolah

KENDARI – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 84 Kensari, kini telah mempersiapkan diri dalam mengahadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS), secara tatap muka di Sekolah.

Kepala sekolah SDN 84 Kendari Asfitria, SH., M.Pd menjelaskan, proses pelaksanaan UAS berdasarkan edaran Surat Keputusan (SK) bersama empat menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Kementrian Agama (Menag), Kementrian kesehatan (Menkes), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Nomor 04/KB/2020, No. 737/2020, No.HK. 01.08/Menkes 7093/2020, Dan No 420. 3987/2020, tanggal 20 November tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran Tahun Pelajaran (TP) 2020/2021.

Selain ke empat SK kementrian diatas, kata Asfitria, juga diperkuat lagi Surat Edaran (SE) kepala daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 440/6342 tanggal 10 Desember 2020 tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19.

Adalagi penguatan dari Surat Rekomendasi Walikota Kendari Nomor 420/944/2021 tentang penyelenggaraan tatap muka khusus kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Dan kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se kota kendari dalam rangka Ujian Akhir Sekolah (UAS) Tahun 2021.

Atas intruksi tersebut, wanita berhijab itu menuturkan, pihaknya SDN 84 Kendari yang dipimpinnya itu, telah menyiapkan segala fasilitas untuk kebutuhan siswa seperti Masker, Hasentaiser, Alat pengukur suhu dan Lain-lain.

“Alhamdulillah untuk SDN 84 Kendari, untuk pelaksanaan ujian tatap muka, kami sudah menyiapkan yang namanya protokol kesehatan (Prokes)”, tutur Asfitria, saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (7/4/2021).

Ia menambahkan, Tak hanya siswa, tetapi juga untuk para pengawas juga telah dipersiapkan prokesnya untuk pelaksanaan ujian secara tatap muka. Untuk fasilitas sarana prasarana itu sendiri pihak sekolah yang menyediakan sebagaimana di dalam Juknis dana bos untuk penanganan Covid-19 itu memang ada.

“Untuk jumlah yang akan mengikuti ujian sebanyak 141 orang, dengan memakai ruangan atau bilik 14, satu bilik 10 orang dengan jumlah pengawas 2 orang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sesalkan Kasus di Merauke, Mahasiswa Papua di Kendari: #PapuanLivesMatter

Asfitria berharap, sebelum pelaksanaan ujian untuk para siswa siswi tetap menjaga kesehatan sehingha orang tua bisa mengizinkan anak-anaknya untuk belajar tatap muka di sekolah.

“Untuk pelaksanaan ujian ini kami berharap kepada orang tua siswa untuk mengizinkan anak-anaknya, kemudian juga untuk orang tua siswa ikut menjaga kesehatan anaknya”, Tutupnya.

Laporan : Erwin

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id