Sembilan Proyek Fiktif DD di Konawe, Kepala Ispektorat : Kades Lasada Diberi Waktu 60 Hari Untuk Menggembalikan

sultranews.net - Dari hasil pemeriksaan Ispektorat bersama Anggota Komisi Satu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), telah menemukan proyek pekerjaan fiktif Dana Desa (DD) sebanyak sembilan item pekerjaan di Desa Lasada, Kecamatan Asinua, beberapa waktu lalu.
Dalam keterangan persnya, Plt Kepala Ispektorat Konawe Samsul, S.E., MSA menjelaskan, dari hasil monep bersama Anggota Komisi Satu DPRD Konawe beberapa waktu lalu, telah menemukan sembilan item pekerjaan yang bukan lagi diduga fiktif, tetapi benar-benar sudah fiktif, alias tidak ada sama sekali item pekerjaan di lapangan. Dan saat ini, kata dia, pihak Ispektorat sendiri telah membentuk Pansus untuk melakukan pemeriksaan khusus terhadap sembilan item pekerjaan fiktif tersebut.
"Saat ini kami sudah bentuk tim pansus untuk melakukan pemeriksaan khusus terhadap sembilan item pekerjaan yang dilakukan oleh Kepala Desa Lasada Rustam," ucap Samsul, Kepada sultranews.net Senin (8/7/2019).
Adapun tujuan dibentuknya pansus, lanjut Samsul, adalah untuk melakukan pemeriksaan yang sudah jelas objeknya. Yakni dari sembilan item pekerjaan yang dianggap piktif, maka secara otomatis tim pansus sudah dapat mengetahui berapa jumlah nilai kerugian negara yang telah dilakukan oleh Kades Lasada yang tidak tersalur itu.
"Unttuk pelaksanaan pnsus ini mengaju pada poin laporan dari lembaga ataupun masyarakat. Jika poin laporannya sembiln, maka kita periksa sembilan juga. Jadi tidak bisa lagi kita melenceng dari poin laporan tesebut, dimana sipatnya sudah menjadi khusus untuk dikroscek kebenaranya," jelasnya.
Setelah nanti kami sudah menemukan nilai kerugian tersebut, mantan Camat Sampara itu membeberkan, bakal melakukan sidang Tuntutan Ganti Rugi (TGR). Dimana dalam aturan yang tertuang dalam perjanjian Memorandum of Understanding (MoU) bersama pihak Kepolisian dan Kejaksaan (TP4D), bakal memberi waktu selama 60 hari atau 2 bulan untuk mengembalikan kerugian tersebut, sesuai jumlah pada sembilan item pekerjaan yang bersumber dari DD, yang telah ditemukan tim pansus untuk dikembalikan ke Kas Desa. Tetapi jika dalam jangka 60 hari Kades Lasada juga belum mengembalikan, maka kasus tersebut kami sodor ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.
"Kalau dalam waktu 60 hari kades tersebut mampu mengembalikan kerugin dari sembilan item pekerjaan fiktif tersebut, maka secara aturan yang ada dalam APIP, maka kasus Kades tersebut selesai. Adapun masalah kasus tindak pidanan korupsinya, tergantung pihak APH nya," imbuhnya.
Untuk diketahui, bahwa sebelumnya kasus dugaan proyek pekerjaan fiktif yang dilakukan oleh Kades Lasada Rustam, telah dilaporkan oleh Dewan Pengurus Daerah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPD-GMPK) Konawe Provinsi Sultra, ke DPRD Konawe, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (2/7/2019).
Laporan : Redaksi
Pria di Bombana Sembunyikan Sabu Siap Edar di Dalam Sarung, Polisi Temukan 13,02 Gram, Ada Uang Tunai dan Ponsel
Manajemen PT RCP Bantah Keterkaitan Penangkapan Arlan dengan Perusahaan
Akibat Informasi Menyesatkan, Kantor PT RCP Jadi Sasaran Amukan Massa
Narkoba Jaringan Internasional Beraksi di Sultra, 6,5 Kg Sabu Diamankan, Ancaman Pidana Mati!
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 31 RSUD di Indonesia, Total 8 Tersangka Ditahan
Berita BerikutnyaDemo Tambang, Polda Sultra Didesak Periksa Dirut PT VDNI dan PT OSS
Baca Lainnya
Perkuat Sistem Pengolahan Sampah di Konawe, Bupati Yusran Tinjau TPST di Mataiwoi
KONAWE, Sultranews.co.id – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T, meninjau sarana Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Mataiwoi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (19/10/2026). Kunjungan kerja…
Cabor Tenis Meja Mati Suri 10 Tahun, Astarif Pimpin PTMSI Kabupaten Konawe
KONAWE, Sultranews.co.id — Setelah hampir 10 tahun mengalami kevakuman, cabang olahraga tenis meja di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggeliat. Astarif terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan…
Akademisi Asal Unilaki Dorong Konsep "Penta Heliks" untuk Riset dan Inovasi di Kabupaten Konawe
KONAWE, Sultranews.co.id — Penguatan ekosistem riset dan inovasi daerah di Kabupaten Konawe terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Akademisi asal Universitas Lakidende (Unilaki) Kabupaten Konawe, Dr. Ir. Alkadri, S.T.,…
Terbanyak di Sulawesi Tenggara, BRIDA Konawe Berhasil Mengirim 49 Inovasi Daerah ke BSKDN Kemendagri, Sekda Konawe Berikan Apresiasi
KONAWE, Sultranews.co.id - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Konawe mencatatkan capaian luar biasa dengan menjadi daerah penyumbang inovasi terbanyak di Sulawesi Tenggara (Sultra) sebanyak 49 inovasi…
Penginputan IID Se-Indonesia Resmi Berakhir, Kabupaten Konawe Berhasil Mengirim 49 Inovasi Daerah
KONAWE, Sultranews.co.id – Tahapan penginputan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 secara nasional resmi berakhir Senin (31/8/2026) pada pukul 23.59 Waktu Indonesia Barat (Wib). Kabupaten Konawe menutup proses…
Sering Gangguan, Warga Tiga Kecamatan di Konawe Pertanyakan Kualitas Jaringan Telkom/Indihome
KONAWE, Sultranews.co.id — Sejumlah warga di Kecamatan Wonggeduku Barat (Wobar), Wonggeduku, dan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan gangguan jaringan internet Telkom/IndiHome yang dinilai cukup sering terjadi dalam…















