KonaweNewsPendidikan

Telat Masuk Sekolah, Siswa SMAN 1 Wawotobi Dipukuli Kepseknya

KONAWE – Salah satu siswa di Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Wawotobi, dipukul oleh Plt Kepala Sekolah (Kepsek) Kaifan Syah, gegara terlambat masuk sekolah pada hari Senin 16 Februari 2023 lalu.

Beruntung orang tua atau kakak kandung siswa tersebut tidak mempermasalahkannya. Karena diketahui kakak dari siswa itu ternyata merupakan guru Bimbingan Konseling (BK) dan bahkan dirinya menyaksikan adiknya dipukul oleh Kepsek.

“Saat adik saya dipukul kebetulan saya ada didalam ruagan. Tiba-tiba saya kaget ada yang bunyi keras, ternyata pukulan tangan Kepsek melayang dipunggung adik saya,” ujar Erni, saat di temui Jumat (20/1/2023).

Advertisement

Selaku guru BK dan kakak kandungnya, ia mengakui kalau adiknya memang sudah salah karena terlambat. Tetapi yang dia keberatankan karena ibu kepsek tidak bijak dan selektif dalam mengambil tindakan.

Sebab kata dia, ada banyak banyak siswa yang terlambat hari itu. Bahkan ada siswa yang kedapatan lompat pagar tapi tidak diapa-apakan.Gerbang

Gerbang masuk SMAN 1 Wawotobi.

“Masalah dipukulnya adekku saya tidak masalahkan. Tapi kenapa hanya adekku yang dipukul. Seandainya dia pukul semua ok ji artinya tidak ada yang dibeda-bedakan” kesalnya.

Sementara itu guru BK Rianti, yang di telepon Sultranews membenarkan peristiwa pemukulan terhadap siswa kelas 12 jurusan IPA 2 inisial SR.

Rianti menjelaskan, Siswa tersebut memang telah melanggar karena terlambat untuk yang kedua kalinya. Tetapi hal itu telah di tangani oleh kami selaku guru BK, jadi kami melakukan pembinaan terhadap semua siswa yang bandel.

“Bukan hanya SR yang sering terlambat tetapi banyak teman-temanya. Saya bersama pak Hakim sudah melakukan pembinaan terhadap SR, tapi tiba-tiba ibu Kepsek masuk dan memukulnya, kami juga kaget,” jelasnya.

Hanya memang, kata dia, apa yang dilakukan oleh ibu Kepsek seharusnya tidak dilakukanya karena telah keluar jalur. Sebab proses pembinaan terhadap siswa yang melanggar sepenuhnya dilakukan oleh kami selaku guru BK.

Plt Kepsek SMAN 1 Wawotobi, Dra. Kaifan Syah, M.Pd

Menanggapi hal itu, Plt Kepsek SMAN 1 Wowotobi Kaifan Syah, mengakui jika dirinya telah memukul siswa tersebut.

Hanya saja Kata dia, tidak benar jika dirinya memukul dibagian dada, melainkan dibagian belakang dekat bahu.

“Hari itu satpam mendapati mereka lagi lompat agar. Terus satpam melaporkan ke saya beserta bukti foto. Habis itu saya pergimi cari itu anak di kelas baru saya bawa di ruang BK. Sebelumnha saya sudah pukul baru saya pergi lagi cari siswa lain,” jelas ibu Kepsek.

“Kami khawatir pak. Untung kalau mereka lompat pagar mereka tidak kenapa-kenapa kami aman. Tapi ketika musibah kita tidak tahu dia lompat pagar baru dia terkait kakinya, salah lompat patah kakinya, pecah kepalanya otomatis orangt kouanya tidak mau tahu, pasti dia tuntut pihak sekolah, tambahnya.

Laporan: Jaspin

Back to top button