TP-PKK Koltim Sosialisasikan Empat Penyebab Terjadinya Stunting

KOLTIM -Tim Pengerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), mensosialisasikan empat penyebab terjadinya stunting pada anak di usia 5 tahun ke bawah.
Ketua TP-PKK Koltim ibu Yosinggi Sulwan, S.KM., M.KES menyebut ada 4 isu kesehatan yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia yakni TBC, Stunting, Iva Test dan Imunisasi.
Menurut riset kesehatan dasar tahun 2018 lalu, Yosinggi menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes ) Republik Indonesia, menyebut bahwa ada sekitar 30,8 persen anak di seluruh Indonesia yang menderita kondisi stunting.
Artinya, 1 dari 3 balita mengalami gangguan pertumbuhan dan butuh perhatian lebih. Saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua penderita kondisi Stunting di Asia Tenggara.
"Ini bukan jumlah yang sedikit. Hal ini terjadi bukan semata-mata karena asupan gizi yang kurang, tetapi adanya faktor lain yang menyebabkan terjadinya stunting," jelas Istri PJ Bupati Koltim, saat memaparkan di kegiatan sosialisasi, Rabu (22/12/2021).
Kata dia, Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak balita lima tahun kebawah. Itu diakibatkan karena balita tersebut masih kekurangan asupan nutrisi atau malnutrisi dalam waktu cukup lama.
"Penyebabnya adalah makanan yang anak konsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai usianya. Karena pada umumnya, stunting terjadi pada balita, khususnya usia 1 sampai 3 tahun. Pada rentang usia tersebut, Ibu sudah bisa melihat apakah si anak terkena stunting atau tidak," paparnya.
Meski baru dikenali, lanjut dia, setelah bayi lahir, ternyata stunting bisa berlangsung sejak si anak masih berada dalam kandungan.
Pendek atau bahasa medisnya stunting pada anak mencerminkan kondisi gagai tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis. Sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya.
Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Dengan demikian periode 1000 hari pertama kehidupan bayi, seyogyanya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan.
"Saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Situasi ini jika tidak diatasi dapat mempengaruhi kinerja pembangunan Indonesia baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan," cetusnya.
Lebih jauh Yosinggi menerangkan, bahwa isu nasional terkait Stunting, juga tak kala pentingnya soal pemeriksaan IVA TEST guna mendeteksi lebih dini adanya Gejala kanker rahim sang ibu. Sehingga tak kala penting peran seorang Ibu Rumah Tangga dan Ibu kader PKK ikut dalam berperan sebagai pengawasan kebiasaan pola hidup yang tidak sesuai.
"Melalui sosialisasi ini saya mengajak kepada kita semua yang hadir di ruangan ini untuk melindungi dan memberikan pengertian anak-anak kita dan keluarga serta masyarakat pada umumnya untuk dapat memberikan perlindungan bahaya Kanker Leher Rahim dengan melalui pemeriksaan IVA TEST untuk mengetahui lebih dini adanya gejala kanker Rahim," ajaknya.
Dia juga berharap kepada kader PKK Koltim untuk senantiasa mengikuti sosialisasi dengan seksama, penuh perhatian. Jadikan ilmu yang didapat nantinya sebagai pedoman dan pegangan dalam rangka menghindari penularan HIV AIDS dan menjaga asupan gizi pada 1000 HPK sehingga tidak melahirkan anak-anak yang stunting sebagai harapan bangsa dan negara.
SN/Discominfo
Pria di Bombana Sembunyikan Sabu Siap Edar di Dalam Sarung, Polisi Temukan 13,02 Gram, Ada Uang Tunai dan Ponsel
Manajemen PT RCP Bantah Keterkaitan Penangkapan Arlan dengan Perusahaan
Akibat Informasi Menyesatkan, Kantor PT RCP Jadi Sasaran Amukan Massa
Narkoba Jaringan Internasional Beraksi di Sultra, 6,5 Kg Sabu Diamankan, Ancaman Pidana Mati!
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 31 RSUD di Indonesia, Total 8 Tersangka Ditahan
Berita BerikutnyaBupati Konawe: Pers Punyai Peran Penting Mensosialisasikan Vaksinasi
Baca Lainnya
Sedang Hamil 5 Bulan, Istri di Kolaka Timur Grebek Suami Bersama Selingkuhan Janda Usia 19 Tahun
KOLAKA TIMUR, Sultranews.co.id – Seorang wanita di Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menggerebek suaminya di salah satu kompleks perumahan, yang sedang bersama wanita lain. Video yang…
Mengaku Diserang Secara Bertubi-tubi, Asrimuddin Memohon Minta Hapus Berita Pasca Viral, Penyaluran Alsintan Kemungkinan Berdampak
KONAWE, Sultranews.co.id - Pasca berita mengenai Asrimuddin yang mengaku sebagai pengurus Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi atau yang dikenal dengan P3TGAI sekaligus menjadi perantara dalam kepengurusan…
Mengaku Pengurus P3TGAI di Sultra, Asrimuddin Tipu Puluhan Kelompok Hingga Ratusan Juta Uang Petani
KONAWE, Sultranews.co.id - Nama Asrimuddin mungkin tidak asing lagi untuk kalangan para kelompok petani yang sering berurusan di bidang Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi atau yang…
Puskesmas Tinondo Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Khidmat, Tekankan Akhlak Mulia dalam Pelayanan Kesehatan
KOLAKA TIMUR, SultraNews.co.id - Puskesmas Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan khidmat di halaman Puskesmas pada Kamis, 12 September…
Dugaan Kecurangan Pengusulan Tenaga P3K Paruwaktu di Kolaka Timur: Masyarakat Desak Transparansi
KOLAKA TIMUR, SultraNews.co.id - Salah satu masyarakat setempat mengungkapkan adanya dugaan kecurangan dalam pengusulan tenaga P3K paruwaktu di Kecamatan Uliwoi, Kabupaten Kolaka Timur. Menurutnya, terdapat nama-nama honorer siluman…
Kronologis Kasus OTT KPK yang Menyeret Bupati Koltim Abdul Azis beserta Kroninya
JAKARTA, SultraNews.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan duduk perkara perihal operasi tangkap tangan (OTT) untuk kasus dugaan korupsi pada dana alokasi khusus (DAK) pembangunan RSUD di Kolaka…















