KendariViral

Viral, Kisah Sopir Angkot di Kendari Bawa Bayi Sambil Cari Penumpang

Kendari – Aksi seorang sopir mobil angkutan kota (Angkot) yang sambil membawa anak bayinya saat mencari penumpang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak viral di media sosial (Medsos).

Sosok sopir Angkot yang viral itu diketahui bernama Andi Amin (47) tahun, beralamat di Lorong Pelangi, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sultra.

Kepada sultranews.co.id Andi menuturkan sebagian kisahnya yang mengais nafkah dengan menyetir mobil Angkot sambil membawa anaknya bungsunya itu. Mobil Angkot di daerah Sultra sering disebut dengan istilah lainĀ  ‘Pete-pete’.

Advertisement

Andi menggeluti profesinya sebagai sopir Angkot sudah 5 tahun lamanya. Pilihannya untuk menjadi seorang sopir Pete-pete, nampaknya bukan tanpa alasan. Hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan membiayai keempat anaknya.

Perjuangan Andi Amin untuk menafkahi keluarga kecilnya itu pantang surut, meski beberapa kali berganti profesi dari mulai jadi penjual asongan hingga sopir angkot.

Meski telah berjalan hampir 7 bulan mencari nafkah di jalanan dengan mobil Pete-pete yang ia cicil itu, anaknya seolah mengerti dengan perjuangan ayahnya itu. Benar saja, meski suhu panas dan suara bising mesin mobil, anaknya tak pernah menangis (rewel).

Sehari-hari, Andi mencari penumpang dengan mobil Pete-pete kesayangannya itu, mulai dari sekitar Universitas Haluoleo (UHO) Kendari sampai ke jalur Kota Lama, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Setiap hari, Andi harus bangun sebelum matahari terbit. Tak lupa sebelum, bergegas meninggalkan rumah mengais nafkah, Andi terlebih dahulu menyiapkan bekalnya untuk di jalan.

Andi tidak sendiri, sang istri juga harus berangkat pagi dan meninggalkan rumah untuk mengais rejeki. Istri Andi rupanya sehari-hari tengah menggeluti usahanya sebagai pedagang asongan. Ia berjualan keliling di pinggir jalan depan Kampus UHO.

Dagangannya berbagai macam, mulai makanan ringan, air mineral hingga rokok yang diecer. Menjadi seorang pedagang asongan, juga tidaklah mudah. Istri Andi harus rela berlarian untuk mencari mobil angkot yang tengah berhenti mencari atau menurunkan penumpang di depan Kampus UHO.

“Mau diapa pak, namanya sudah nasib untuk mencari rejeki karena kita tidak mampu, jadi pekerjaan ini tetap iklas saya dan istri jalankan. Kalau untuk anak saya ndak pernah rewel kalau ikut saya, paling kalau nangis hanya kalau lagi lapar saja,” tutur Andi saat ditemui sultranews.co.id ketika sedang berhenti mencari penumpang di depan Eks MTQ Kota Kendari, Senin (1/2/2021).

Pendapatannya sehari-hari dari hasil narik Angkot tidak menentu, hanya cukup untuk sekedar menambah biaya cicilan mobil dan untuk memberi makan keempat anaknya sehari-hari.

Ayah empat orang anak itu mengaku, sebelum menjadi sopir mobil Angkot ia juga pernah menggeluti pekerjaan sebagai pedagang asongan bersama istrinya saat itu. Namun menjadi pedagang asongan, rupanya tidak dapat untuk memenuhi kebutuhan ekonominya sehari-hari. Sehingga, ia terpaksa memberanikan diri membeli mobil bekas dengan cara dicicil menggunakan uang tabungan miliknya.

“Saya dulu pernah jadi pedagang asongan juga, sama-sama dengan istri saya. Tapi saya lihat tidak bisa menopang untuk biaya hidup, sehingga saya dan istri memutuskan untuk mencicil mobil,” kata Andi.

Kini Andi hidupnya nampak cukup bahagia bersama keluarga kecilnya, meski hanya dengan kehidupannya ayng sederhana. Dia bersama sang istri juga tak punya mimpi untuk menjadi orang kaya, namun hanya ingin membahagiakan keempat anaknya itu.

Sejak videonya viral di Medsos, Andi ternyata tidak mengetahui sama sekali terkait hal itu. Ia justru mengetahui bahwa dia saat ini sedang ramai dibicarakan oleh warganet di Medsos karena diberitahu oleh rekannya.

“Saya juga baru tahu pak, kalau ada video yang direkam oleh penumpang saya saat ini lagi viral. Bagaimana saya mau tahu pak, hp saya saja hp biasa kasian, jadi tidak tahu apa itu dibilang Medsos,” ungkapnya sambil tersenyum.

Meskipun diinya telah tahu saat ini tengah viral di Medsos, Andi mengaku biasa-biasa saja dan tidak mau terlalu heboh. Ia seolah menunjukan sikap bahwa tetap menjadi seorang Andi yang pekerjaannya sebagai sopir angkot.

“Biasa-biasa saja pak, intinya saya hanya ingin fokus dengan pekerjaan saya sebagai sopir, agar ada bisa dipakai untuk makan dirumah bersama istri dan anak-anak saya,” tutupnya.

Laporan. Wayan Sukanta

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id