Proyek Peningkatan Jalan di Kelurahan Asinua Konawe Diduga Gagal Kontruksi

waktu baca 2 menit

KONAWE, SultraNews.co.id – Proyek peningkatan jalan di Kelurahan Asinua, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), disorot warga karena diduga adanya markup.

Pekerjaan yang menelan anggaran kurang lebih Rp 200 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum Tambahan Pendanaan Kelurahan (DOK) APBN ini tidak memiliki papan informasi yang jelas di lokasi pekerjaan.

Foto: nampak pekerjaan tidak pakai talut penahan pada item pekerjaan Deuker.

Salah satu warga Kelurahan Asinua, Anas Tamrin, mengungkapkan bahwa pekerjaan tersebut rawan akan adanya markup karena tidak ada papan informasi yang dipasang di lokasi pekerjaan.

“Ini pekerjaan jalan selain rawan markup juga bisa gagal konstruksi. Sebab ada dua item pekerjaan deuker yang sudah retak karena bagian sayap atau talut kanan kiri tidak bersambung dengan baik, alias tidak ada besi pengikat,” ujar Anas.

Anas juga menambahkan bahwa timbunan yang digunakan tidak memenuhi spesifikasi karena menggunakan timbunan kupasan, yang seharusnya menggunakan timbunan gunung agar tidak labil saat pemadatan.

“Saya sudah konsultasi ke pihak teknis, kalau pekerjaan yang dilakukan secara swakelola ini tidak memenuhi syarat atau mutu,” kata Anas.

Sementara itu, Lurah Asinua, Sajirun, mengatakan bahwa tidak boleh dipersoalkan karena pekerjaan masih berlangsung.

“Itu pengerjaan kan masih berlangsung, belum selesai. Dan itu belum juga diperiksa atau di PHO,” kata Sajirun.

Terkait papan informasi proyek, Sajirun mengatakan bahwa masih dalam proses percetakan dan akan dipasang nanti.

“Nanti itu kita akan pasang papan informasinya. Harusnya kalian itu bantu backup saya, biar tidak ada riak-riak,” pintanya.

Dugaan markup pada proyek ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana APBN.

Warga berharap agar proyek ini dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Laporan: Aby Razak