Bupati Ikbar Hadiri Diseminasi RUPTL 2025-2034, Dorong Pemerataan Listrik di Konawe Utara
KONAWE UTARA, SultraNews.co.id – Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Diseminasi RUPTL 2025–2034: Rencana Strategis PLN dalam Meningkatkan Rasio Elektrifikasi dan Mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sulawesi Tenggara.
Kegiatan yang digelar di Aula Phinisi Hotel Claro Kendari ini menjadi ruang dialog antara PLN dan pemerintah daerah terkait rencana pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ikbar menyampaikan sejumlah masukan penting terkait kondisi kelistrikan di Konawe Utara.
Ia menyoroti masih adanya kendala tegangan listrik yang belum stabil terutama pada jam-jam beban puncak, serta belum teralirinya listrik di dua desa di Konawe Utara, yaitu Desa Labengki dan Desa Tapunopaka.
“Pemerataan infrastruktur listrik ini sangat dibutuhkan masyarakat. Selain mendukung aktivitas ekonomi, listrik juga menjadi kebutuhan utama dunia pendidikan yang kini sangat bergantung pada teknologi. Apalagi Desa Labengki adalah salah satu destinasi wisata nasional yang sudah seharusnya mendapat perhatian lebih,” ujar H. Ikbar. Sapaan akrabnya.
Tak hanya itu, H. Ikbar juga menyampaikan gagasannya mengenai pemanfaatan energi terbarukan. Ia mengusulkan agar ke depan PLN mulai mengembangkan alternatif bahan bakar ramah lingkungan, salah satunya dengan memanfaatkan pohon gamal sebagai substitusi batu bara dalam operasional PLTU.
Pihak PLN menyambut positif masukan Bupati Konawe Utara tersebut. Perwakilan PLN menyampaikan komitmennya untuk segera menurunkan tim melakukan survei lapangan di Konawe Utara guna merumuskan langkah-langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Dengan adanya forum ini, diharapkan kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah semakin mempercepat tercapainya rasio elektrifikasi 100 persen sekaligus mendukung agenda pembangunan strategis di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Aby Razak
Dengan demikian, naskah berita SultraNews.co.id ini dapat menjadi referensi bagi publik untuk memahami upaya pemerintah daerah dan PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi dan mendukung pembangunan strategis di Sulawesi Tenggara.



