Media Lokal di Sultra Terancam Gulung Tikar: Desakan untuk Pemerintah Daerah
KENDARI, SultraNews.co.id – Sejumlah media lokal di Sulawesi Tenggara tengah menghadapi situasi sulit. Tantangan era digital, keterbatasan iklan, serta minimnya dukungan dari pemerintah daerah membuat banyak media terancam gulung tikar.
Kondisi ini berdampak langsung pada keberlangsungan para jurnalis yang bekerja di lapangan dengan segala keterbatasan. Banyak jurnalis yang bekerja hanya dengan honor minim, bahkan ada yang tidak menerima gaji tetap.
Menurut salah seorang Jurnalis Kota Kendari, “Kalau media lokal tidak diperhatikan, yang rugi bukan hanya jurnalis, tapi juga masyarakat. Media lokal itu dekat dengan denyut nadi masyarakat, menyuarakan aspirasi yang mungkin tidak tersentuh oleh media nasional.”
Media lokal di Sultra memainkan peran strategis dalam menyebarluaskan informasi pembangunan, mengawasi jalannya pemerintahan, serta menjadi sarana edukasi masyarakat. Namun, peran besar tersebut kini terancam.
Banyak media mengalami kesulitan keuangan akibat menurunnya pendapatan iklan dan terbatasnya kerja sama publikasi dengan pemerintah daerah. Bahkan, beberapa perusahaan media terpaksa menghentikan penerbitan cetak dan beralih sepenuhnya ke platform digital, meski tidak semua mampu bertahan karena biaya operasional yang tetap tinggi.
Selain perusahaan media, para jurnalis juga merasakan dampak langsung. Minimnya kesejahteraan, kurangnya perlindungan hukum, serta tingginya tuntutan kerja membuat profesi wartawan di daerah semakin berat.
“Banyak jurnalis yang bekerja hanya dengan honor minim, bahkan ada yang tidak menerima gaji tetap. Padahal mereka tetap harus turun ke lapangan, mencari informasi, menulis berita, dan menghadapi berbagai risiko,” ungkap salah satu wartawan senior di Kendari.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan menurunnya kualitas jurnalistik di Sultra. Jika jurnalis tidak mendapat perhatian yang layak, maka potensi terjadinya kesenjangan informasi di masyarakat akan semakin besar.
Situasi ini memunculkan desakan kepada Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, untuk segera mengambil langkah konkret. Dukungan dari pemerintah daerah dianggap sangat penting untuk menjaga eksistensi media lokal.
Beberapa bentuk perhatian yang diusulkan antara lain:
1. Menyusun regulasi daerah yang mendukung keberlanjutan media lokal.
2. Meningkatkan kerja sama publikasi dengan sistem yang adil dan transparan.
3. Memberikan ruang pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi jurnalis.
4. Menjamin kebebasan pers serta perlindungan hukum terhadap wartawan yang menjalankan tugasnya.
“Pemerintah daerah jangan melihat media hanya sebagai corong publikasi program, tetapi juga sebagai mitra strategis pembangunan. Karena tanpa media, informasi pembangunan tidak akan sampai secara merata ke masyarakat,” tegas salah seorang akademisi di Universitas Halu Oleo.
Banyak pihak mengingatkan bahwa krisis media lokal sama artinya dengan krisis demokrasi. Hilangnya media lokal akan mempersempit ruang informasi, memperlemah kontrol sosial, dan berpotensi menimbulkan monopoli informasi oleh segelintir pihak.
Oleh karena itu, dukungan nyata dari pemerintah dan partisipasi masyarakat dianggap sebagai kunci agar media lokal tetap hidup dan jurnalis bisa bekerja dengan profesional, berintegritas, serta sejahtera.
Media lokal di Sulawesi Tenggara membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menjaga eksistensi mereka. Dengan dukungan yang tepat, media lokal dapat terus memainkan peran strategis dalam membangun demokrasi dan menyuarakan aspirasi masyarakat.



