PMII Konawe Kecam Keras Tindakan Aparat yang Lindas Ojol hingga Tewas, Desak Kapolri Turun Tangan

waktu baca 2 menit

KONAWE, SultraNews.co.id – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Konawe mengecam keras tindakan aparat kepolisian yang diduga dengan sengaja melindas seorang pengemudi ojek online hingga meninggal dunia.

Peristiwa tragis ini dinilai sebagai bentuk nyata tindakan keji, pelanggaran kemanusiaan, dan mencederai marwah kepolisian sebagai institusi pelindung rakyat.

Ketua PC PMII Kabupaten Konawe, Harbiansyah, menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat melukai rasa keadilan masyarakat.

“Ini adalah perbuatan biadab yang tidak bisa ditolerir. Aparat yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat justru berubah menjadi algojo yang merenggut nyawa warga sipil,” tegas Harbiansyah dalam keterangannya.

Menurutnya, peristiwa ini semakin memperlebar jurang ketidakpercayaan rakyat terhadap aparat penegak hukum. Ia menilai, jika kasus semacam ini dibiarkan, akan menumbuhkan preseden buruk di mana aparat merasa kebal hukum.

“Kasus ini menambah daftar panjang praktik kekerasan aparat yang kerap lolos dari jerat hukum,” tambahnya.

PC PMII Konawe mendesak Kapolri untuk segera turun tangan, melakukan investigasi terbuka, serta menindak semua aparat yang terlibat tanpa pandang bulu.

“Kami tidak ingin ada upaya menutup-nutupi kasus ini. Semua oknum yang terlibat harus diproses hukum secara transparan,” ujar Harbiansyah.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa PMII Konawe tidak akan tinggal diam. Bersama kelompok Cipayung Plus, PC PMII siap menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Konawe untuk menyuarakan keadilan bagi korban.

“Kami bersama Cipayung Plus akan melakukan aksi solidaritas di Polres Konawe. Ini adalah langkah moral sekaligus perjuangan kemanusiaan agar rakyat tidak terus menjadi korban kekerasan aparat,” ungkapnya.

Selain itu, Harbiansyah juga menyerukan kepada masyarakat sipil, organisasi mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga lembaga bantuan hukum agar ikut mengawal kasus ini sampai tuntas.

Baca Juga :  Tingkatkan Kinerja ASN, BRIDA Konawe Gelar FGD Reformasi Birokrasi dan Pengembangan SDM

“Jangan biarkan nyawa rakyat hanya dihargai dengan permintaan maaf atau sekadar pernyataan kosong,” pungkasnya.

Dengan sikap tegas ini, PC PMII Konawe menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat kecil, sekaligus memastikan peristiwa tragis yang menimpa seorang pengemudi ojek online tersebut tidak berakhir tanpa keadilan.

PC PMII Konawe akan terus mengawal kasus ini dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan seadil-adilnya. Masyarakat diharapkan dapat bergabung dalam aksi solidaritas untuk menyuarakan keadilan bagi korban.

Laporan: Aby Razak