Mengaku Pengurus P3TGAI di Sultra, Asrimuddin Tipu Puluhan Kelompok Hingga Ratusan Juta Uang Petani
KONAWE, Sultranews.co.id – Nama Asrimuddin mungkin tidak asing lagi untuk kalangan para kelompok petani yang sering berurusan di bidang Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi atau yang dikenal dengan P3TGAI melalui aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dapil Sulawesi Tenggara (Sultra) yang membidangi masalah pertanian.
Dari Aspirasi anggota DPR-RI tersebut, Program P3TGAI diturunkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lalu diteruskan ke Balai Wilayah Sungai di seluruh Indonesia. Sulawesi Tenggara sendiri di sebut dengan BWS IV Kendari.
Kasus penipuan yang dilakukan oleh Asrimuddin rupanya sudah sangat lama dan sudah sering dilakukannya. Asrimudin berkedok sebagai pengurus P3TGAI mengatasnamakan TA dari anggoat DPR-RI asal Sultra inisial RB, dan anggota DPR-RI asal Sulsel berinisial AIDA, guna memuluskan aksinya.

Sejak tahun 2023 lalu., Asrimuddin menyalankan aksinya menemui para kelompok tani di Kabupaten Bombana, Konawe Selatan, Konawe dan Kolaka Timur, menyanyikan program P3TGAI dengan pagu anggaran per kelompoknya sebesar Rp 195 juta dengan perjanjian ketika proyek tersebut telah dikerjakan oleh kelompok maka akan dikeluarkan persennya sebesar Rp 85 juta, tetapi di awal kelompok harus menytor Rp 10 juta sebagai biaya pengurusan di awal.
“Benar pak, kami ditawari proyek P3TGAI oleh saudara Asrimuddin. Ada juga yang bantu anggotanya dilapangan inisial R yang pergi kumpul uang untuk pengurusan diawal. Tetapi ini sudah 3 tahun belum juga ada itu kegiatan. terakhir kemarin di bulan September dia buat surat pernyataan bermaterai akan mengembalikan uang kami sebesar Rp 200 juta di bulan Oktober tahun 2025 kemarin,” beber salah satu kelompok petani asal Koltim.

Bukan hanya kegiatan P3TGAI yang dia tawarkan ke kami, melainkan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa Hand Traktor dan Kombain. Tetapi karena terlalu banyak uang diminta sehingga kami batalkan. Tetapi, Lanjut dia, ada juga beberapa teman kelompok di Koltim yang sempat menyetor uang, hingga saat ini juga masih bermasalah.
“Ini Asrimuddin memang penjahat memang. Tapi kalau dia tidak kasih kembali uangnya kami dalam waktu dekat ini, kemungkinan kami akan melaporkannya di pihak berwajib,” cetusnya.
Untuk diketahui, Asrimuddin berdomisili di Lorong Rimbis, RT RW 001/001 Kelurahan Mandonga, Kota Kendari. Dari beberapa keterangan kelopok tani (korban red) Asrimuddin dikenal sering menjual nama mantan Kepala BWS IV Kendari yang merupakan saudara dari anggota DPR-RI dapil Sulsel.

Bahkan nama Mohammad Syah Reza, Natta, Mba Ayu, Mba Tantri, mencuat terlibat sebagai orang penting di Kementerian PUPR yang sering disebut-sebut oleh Asrimudin. Sementara dari pihak BWS IV Kendari nama Ambo dan Jaman Piat ikut terlibat sebagai penyambung lidah Asrimuddin, hingga aksinyapun berjalan lancar.
Tak hanya itu, Mohammad Syah Reza yang juga merupakan teman Asrimuddin pernah menyebut nama Watimpres yang memuluskan kegiatan P3TGAI di Kementerian PUPR.
Laporan: Redaksi






