Buka Kegiatan Pekan Olahraga di Wonggeduku Barat, Ardin: Kita Mampu Menganut Falsafah Tolaki ‘Medulu Meronga-ronga’

waktu baca 3 menit
Ketua DPRD Konawe Dr. H. Ardin, S.Sos., M.Si, Camat Wonggeduku Barat Tira Liambo, S.Si, saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan pekan olahraga, dalam rangka memperingati HUT RI ke 78 dan Hari Jadi Wobar ke-9 di Lapangan sepak bola Lambadupa Desa Puday, Minggu (6/8/2023). Foto Jaspin

KONAWE – Dalam rangka menyambut perayaan hari jadi Republik Indonesia (RI) yang ke-78 tahun 2023 berlangsung meriah di seluruh Indonesia.

Seperti halnya di Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar kegiatan “Defile” yang diikuti ratusan barisan yang terdiri dari TK/Paud, SD, SMP, SMA, organisasi masyarakat lainya, serta dihadiri 15 desa se-Kecamatan Wobar, Minggu (6/8/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Wobar Tira Liambo, S.Si yang bertindak selaku inspektur upacara, Kepala Balitbang Konawe Riny Andriani, Kepala PTSP Konawe Keny Yuga Permana, Kadis Ketapang Konawe Abdul Hasim,
Kapolsek Wonggeduku, Babinsa, Camat Konawe, dan Camat Kapoiala.

Ketua DPRD Konawe Dr. H. Ardin, S.Sos., M.Si, Camat Wonggeduku Barat Tira Liambo, S.Si, saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan pekan olahraga, dalam rangka memperingati HUT RI ke 78 dan Hari Jadi Wobar ke-9 di Lapangan sepak bola Lambadupa Desa Puday, Minggu (6/8/2023). Foto Jaspin

Kegiatan pekan olahraga ini resmi di buka oleh Ketua DPRD Konawe Dr. H. Ardin, S.Sos., M.Si yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Lambadupa, Desa Puday, Kecamatan Wobar.

Dalam sambutanya Dr. Ardin bilang perayaan hari jadi RI ke-78 tahun 2023, serta peringatan hari jadi Wonggeduku Barat yang ke-9 seyogyanya akan dibuka oleh Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) akan tetapi KSK menghadiri pembukaan di Kecamatan Amonggedo.

“Hari ini saya diberikan amanah dari pemerintah daerah untuk membuka kegiatan disini. Kerena Sekretaris Daerah (Sekda) tidak bisa hadir karena membuka kegiatan di Kecamatan Padangguni,” ucap Ardin.

Pada kesempatan ini, kata Ardin, Kecamatan Wobar yang merupakan daerah Kotubitara tentunya kita sedang bersuka ria menyambut hari jadi Republik Indonesia.

Baca Juga :  Juara Satu Karate O2SN Tingkat SMA, Pahri Zirat Putra Asrudin Melaju ke Tingkat Provinsi Sultra Wakili Konawe

Selaku masyarakat Indonesia, kita mampu mengaplikasikan tenaga kita pikiran kita untuk kembali mengenang 78 tahun yang lalu bagaimana pejuang-pejuang kita bergerilya mempertahankan kemerdekaan bangsa yang kita cintai ini.

“Kita hari ini tidak dituntut untuk mengangkat senjata, tapi melalui pikiran kitalah untuk dapat membangun daerah ini, tentunya diharapkan bagaimana kontribusi kita didalam pembangunan dan kemerdekaan,” ujarnya.

Atas nama pemerintah, ketua DPRD Konawe 2 periode ini sangat bersyukur atas semangat patriot berjuang kita sangat luar biasa.

“Bayangkan saja dengan suasana hujan rintik-rintik tetapi kita masih tetap bersemangat dan tidak pernah gentar meninggalkan barisan. Ini merupakan salah satu semangat yang dilakukan para pejuang kita dahulu,” cetus Ardin.

Lantas apa tugas kita hari ini? Dengan tegas Ardin mengungkapkan bahwa tugas kita hari ini adalah mengisi kemerdekaan. Salah satunya kata dia adalah mengisi kegiatan HUT RI sekaligus memperingati hari jadi Wobar yang ke 9 tahun.

“Hari jadi Wobar yang ke-9 ini adalah merupakan kerja-karja cerdas serta pikiran pikiran kita semua, utamanya orang tua kita para tokoh pendiri yang memikirkan bagaimana negara kita ini bisa berkembang,”

Ardin mencontohkan bahwa yang bisa dilihat dari perkembangan hari ini adalah kita mampu mandiri menghadirkan pembangunan disegala bidang seperti pembangunan pendidikan, dan kesehatan.

Oleh karenanya kata Ardin kita perlu mensuport dan berangsuran, sebagaimana dalam falsafah Tolaki medulu meronga-ronga.

Tanpa itu, lanjut dia, tidak akan pernah tercapai yang kita inginkan, yang kita cita-citakan dalam mewujudkan pembangunan

“Saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa persatuan dan kesatuan adalah hal yang sangat penting. Sebab tidak ada kekuatan tanpa adanya persatuan,” cetus Ardin.

SN