BUMDES Meohai Desa Linonggasai Perkuat Katahanan Pangan Budidaya Ikan Lele

waktu baca 2 menit
Kepala Desa Linonggasai, L. Tuduan (Kanan) bersama ketua sekretaris bendahara pengurus BUMDES Meohai, saat berfose bersama, Kamis (25/9/2025) sore tadi.

KONAWE, Sultranews.co.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Meohai, Desa Linonggasai, Kecamatan Wonggeduku Barat (Wobar), Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai membudidayakan Ikan Lele guna menunjang program ketahanan pangan desa.

Dari program ketahanan pangan, ada sekitar 20 persen anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025 yang digelontorkan untuk dikelola BUMDES.

Sedangkan untuk program ketahanan pangan Desa Linonggasai yang dikelola BUMDES itu akan bergerak dibidang perikanan yaitu ikan lele serta pertanian holtikultura.

Saat ditemui di lokasi, Ketua BUMDES Meohai, Risman, mengaku jika budidaya ikan lele mampu menggerakkan roda ekonomi di Desa Linonggasai, khususnya yang di kelola oleh BUMDES.

Ketgam: Kepala Desa Linonggasai, L. Tuduan (Kanan) bersama ketua dan sekretaris pengurus BUMDES Meohai, saat memberikan makan ikan lele, Kamis (25/9/2025) sore tadi.

BUMDES Meohai saat ini, kata Risman, sementara melakukan pendistribusian ikan lele ke pelaku usaha rumah makan. Bahkan dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan pihak penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sudah berkisar dua minggu kami mulai melakukan penjualan ikan lele ke pelaku usaha. Kalau tidak salah sudah terjual sekitar 2 ton. Besok ada lagi yang akan membeli dengan jumlah banyak,” ujar Risman, Kamis (25/9/2025).

Adapun daya tampung kolam dengan diameter 50×60 meter persegi, berkisar 10 ribu ekor ikan lele, dengan umur pembesaran 3 bulan.

“Ikan lele ini baru berumur 3 bulan berukuran lengan orang dewasa. Jika ditimbang, 4 ekornya bisa menjadi 1 kilo geram. Penjualannya pun relatif murah hanya Rp 30 ribu perkilonya,” jelas Risman.

Kepala Desa Linonggasai, L. Tuduan (Kanan) bersama ketua, sekretaris bendahara pengurus BUMDES Meohai, saat berfose di kolam ikan lele, Kamis (25/9/2025) sore tadi.

Sementara kepala Desa Linonggasai, L. Tuduan, mengapresiasi dan mendukung penuh kinerja BUMDES Meohai, terkait pengelolaan ketahanan pangan bidang perikanan tersebut.

“Semoga ternak ikan lele ini nantinya dapat mendukung perputaran ekonomi di Desa Linonggasai khususnya, dan Konawe pada umumnya,” ujar L. Tuduan panggilan akrabnya.

L. Tuduan, juga terus mensufort kegiatan BUMDES Meohai, termaksud pendanaan yang bersumber dari DD. Sebab kata dia, modal untuk usaha ikan lele ini hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp 144 juta.

“Saya berharap usaha BUMDES ini dapat meningkat demi membangkitkan perekonomian serta dapat membantu pemerintah dalam mempertahankan ketahanan pangan kita,” harapnya.

Diketahui selain ternak ikan lele dengan metode kolam tanah gali nantinya BUMDES Meoahai juga bergerak di bidang pertanian hortikultura.

Laporan: Jaspin