Diduga Kesal Acara Joget Dihentikan, Babinsa di Kapontori Buton Dikeroyok, 2 Pria Sudah Ditangkap

waktu baca 1 menit
2 pria ditangkap diduga terlibat penganiayaan anggota TNI, pada Senin (30/3/2026) sekira 01.10 wita, berlokasi di Jalan poros Desa Wakalambe, Kecamatan Kapontori, Buton.

BUTON, Sultranews.co.id – Seorang anggota TNI berinisial AD, Babinsa Koramil Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), dikeroyok usai acara joget.

Aksi pengeroyokan anggota TNI, pada Senin (30/3/2026) sekira 01.10 wita, berlokasi di Jalan poros Desa Wakalambe, Kecamatan Kapontori, Buton.

Korban membuat laporan ke Polsek Kapontori pada Selasa (31/3/2026). Polisi berhasil menangkap terduga pelaku berinisial HAF, pada Rabu (1/4/2026).

Terduga pelaku lainnya juga berhasil diamankan, berinisial FS diamankan personel Kodim 1413 Buton, selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian.

Insiden bermula saat Sertu AD bertugas memandu kegiatan hiburan masyarakat.

Untuk mencegah keributan di malam hari, ia pun mengumumkan melalui pengeras suara acara joget akan segera berakhir.

“Korban memberikan kesempatan beberapa lagu, sebelum acara ditutup untuk menjaga keamanan. Namun, saat hendak pulang menuju motornya, ia justru dihadang,” kata Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala, pada Kamis (2/4/2026).

‎Naasnya, dua orang lain datang berboncengan motor, lalu menyerang Babinsa tersebut secara membabi buta.

Mengalami kekerasan seperti dipukul di bagian rahang, dihantam dari belakang hingga tersungkur, lalu diinjak-injak para terduga pelaku.

‎Sunarton menerangkan masih mendalami kasus ini lebih lanjut, untuk mengungkap siapa sosok memerintahkan penganiayaan anggota TNI tersebut

“Kami terus mengembangkan kasus ini, guna mengungkap kemungkinan pelaku lain, atau dalang penganiayaan Sertu AD,” tegasnya.

Laporan: Isra