Kolaka TimurNasionalPendidikan

Dituding Bermain Kongkalingkong Hilangnya Nama Peserta SKD CPNSD, BKPSDM Koltim Angkat Bicara

KOLAKA TIMUR – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), menaggapi tudingan yang dilontarkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak), yang mengatakan tidak adanya keterbukaan soal pembatalan 26 orang peserta tes SKD CPNS tahun 2021, bahkan diduga telah bermain kongkalingkong.

Kepala BKPSDM Koltim Murtini Balaka, Melalui Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian Ruslan menjelaskan, bahwa terkait 26 orang yang dinyatakan di diskualifikasi itu merupakan kewenangan dari tim Panselnas BKN Pusat.

Kata Ruslan, 26 orang yang di diskualiffikasi itu berdasarkan hasil pemeriksaan Digital Forensik oleh Tim Panselnas BKN Pusat, terhadap pelaksanaan tes CPNS Koltim yang dilaksanakan di SMKN 1 Kendari Tahun 2021 lalu.

Advertisement

“Kami sebagai Panselda Koltim, sama sekali tidak tahu menahu soal 26 orang yang telah didiskualifikasi oleh Panselnas. Kami hanya dapat perintah dari mereka untuk mengusul penganti dari 26 orang tersebut,” jalas Ruslan.

Terkait tentang sebab akibat, Ruslan pun sampai detik ini belum mengatahui penyebab pasti hingga terjadinya pendiskualifikasian terhadap 26 peserta tes Seleksi Kopetensi Dasar (SKD) CPNS.

“Itulah yang kami tidak tahu alasan pasti mengapa mereka harus diganti. Kamipun dari tim Panselda Koltim tidak pernah disampaikan dari tim Panselnas BKN Pusat hingga hari ini,” ucapnya.

lebih jauh Ruslan menceritakan, bahwa tim Panselnas dalam hal ini BKN, tiba-tiba mengeluarkan 26 orang peserta tersebut yang telah dinyatakan lulus tes SKD. Kata mereka saat itu, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan digital forensik, ke 26 orang itu telah dinyatakan di diskualifikasi.

“Seharusnya tim Panselnas dalam hal ini BKN harusnya mengugumkan ke kami terkait pendiskualifikasian terhadap 26 orang ini. Tapi ternyata tim Panselda tidak memberitahukan baik dari tim Panselda maupun ke peserta itu sendiri. Mereka tidak terbuka juga,” cerita Ruslan.

Berdasarkan berita yang saat ini berkembang di Media Sosial (Medsos), BKN masih terus ditelusuri. Hanya saja, kata Ruslan, tidak ditau lagi sejauhmana perkembangannya.

“Yang jelasnya sampai sekarang ini kita tidak tahu juga penyebabnya apa? Sebenraya kami juga butuh sekalai itu informasi dari BKN, sehingga 26 orang itu bisa puas. Sebab banyak yang dirugikan disini. Yang pertama mereka rugikan peserta, kemudian dia rugikan juga Pemda setempat. Karena dengan adanya masalah ini, otomatis juga merusak reputasi BKPSDM Koltim itu sendiri,” jengkel Ruslan.

Ruslan menambahkan, 29 org ini telah dinyatakan lulus pada tahap tes SKD. Selanjutnya mereka menunggu untuk melanjutkan tes Seleksi Kopetensi Bidang (SKB). Pada saat mereka mau melanjutkan ke tes SKB, tiba-tiba muncul 26 nama tidak di perkenankan lagi untuk mengikuti tes SKB dengan alasan kita belum tahu juga.

“Waktu itu kami diserang oleh 26 peserta ini. Mereka datang mempertanyakan apa alasan mengapa mereka tidak bisa lanjut. Karena ketidak tahuan kami, terpaksa kami arahkan untuk ke Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kendari, guna mempertanyakan langsung,” tambahnya.

Saat ditanya bagaimana hasil koordinasi mereka ke Kantor UPT BKN Kendari, Ruslan pun menjawab jika dirinya tidak tahu. Bahkan 26 orang itu, tidak lagi dilihatnya muncul di tempat pelaksanaan tes cat tersebut.

“Berdasarkan penelusuran yang kami dapat bahwa ada 3 orang yang mengajukan keberatan di BKN Pusat. Kalau saya tidak salah ada tiga orang itu yang keberatan di BKN, karena ada tebusan yang sampai di kantor kami,” pungkasnya.

untuk diketahui, sebelumnya Puluhan peserta ujian tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berbasis Computer Assisted Test (CAT), yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), rupanya menyisahkan tanda tanya besar ke publik.

Pasalanya, dari sekian banyaknya peserta, diketahui ada sekitar 26 orang yang gagal lanjut pada Seleksi Kopetensi Bidang (SKB). Sementara informasi yang diterima Sultranews.co.id, bahwa 29 orang perseta ini, telah dinyatakan lulus pada tes Seleksi Kopetensi Dasar (SKD).

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak) Kolaka Timur Beltiar, merasa simpatik dengan apa yang dialami oleh para peserta tes CPNS asal Koltim itu.

Kata dia, seharusnya Panitia Seleksi Nasional (Paneslnas) atau panitia dari BKPSDM Koltim, menjelaskan apa alasan dari 29 peserta ini tidak lagi bisa dilanjutkan ke tes berikutnya. Nah, ketika tidak ada penjelasan detail, terkait apa alasan mereka tidak bisa lagi lanjut ke tes berikutnya, Beltiar menduga telah ada permainan didalam.

“Ketika pihak panitia tidak mampu memberikan penjelasan ke publik, maka saya menduga telah terjadi permainan. Demi keterbukaan informasi saat ini, mengapa sih panitia tidak mau mengumumkannya ke media massa, apa sebenarnya alasan mereka membatalkan 26 orang ini? tanya Beltiar dengan heran.

Seharusnya, lanjut dia, BKPSDM Kolaka Timur, selaku perpanjangan tangan dari BKN Pusat harus mampu memberikan alasan tersebut. Sehingga pemikiran negatif utamanya masayarakat awam di Kolltim ini, tida berlarut-larut.

“Ini kan saya pikir kesalahan ada pada BKPSDM Koltim. Mengapa? Seharusnya saat itu, cepat mereka umumkan terkait pembatalan biar ada waktu 26 orang korban ini bisa melakukan penyanggaan,” cetus dia.

Maka dari itu, dengan tidak adanya informasi keterbukaan, maka kami duga telah terjadi permainan kongkalingkong terkait pembatalan terhadap 26 peserta yang dilakukan oleh panitia.

“Kasihan nasib 26 orang ini. mereka keluarkan biaya, tenaga dan pikiran hanya untuk mengikuti tes CPNS ini, dengan harapan terbesar mereka ingin menjadi abdi negara. Tapi sayangnya perjuangan mereka sia-sia, dan putus ditengah jalan hanya karena permainan dari segelintis orang yang tidak bertanggung jawab,” kesal aktivis Koltim ini.

Laporan: Jaspin

 

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id