Dugaan Kecurangan Pengusulan Tenaga P3K Paruwaktu di Kolaka Timur: Masyarakat Desak Transparansi
KOLAKA TIMUR, SultraNews.co.id – Salah satu masyarakat setempat mengungkapkan adanya dugaan kecurangan dalam pengusulan tenaga P3K paruwaktu di Kecamatan Uliwoi, Kabupaten Kolaka Timur.
Menurutnya, terdapat nama-nama honorer siluman yang tidak pernah bekerja sebagai honorer namun tiba-tiba muncul sebagai peserta tes P3K paruwaktu.
Ia menjelaskan bahwa pada saat pendaftaran di BKPSDM, honorer yang tercatat di Kecamatan Uliwoi sebanyak sembilan orang, terdiri dari tenaga administrasi, cleaning, dan sopir.
Namun, munculnya tenaga honorer siluman yang tidak pernah honor menjadi permasalahan.
“Yang jadi permasalahan adalah munculnya tenaga honorer siluman yang notabene tidak pernah honor, tiba-tiba masuk sebagai honorer yang mengikuti tes P3K paruwaktu,” ungkap masyarakat tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa hampir 100 persen nama-nama yang masuk sebagai siluman adalah keluarga daripada Camat atau ibu camat.
“Walaupun masalah nama-nama saya tidak terlalu paham, cuman nanti ada data, nanti ambil di BKPSDM datanya,” tambahnya.
Salah satu honorer P3K aktif juga mengungkapkan bahwa mereka merasa dirugikan karena tidak diprioritaskan dalam pengusulan paruwaktu.
“Kami ini yang berempat, tidak diprioritaskan, malah dipersulit,” ungkapnya.
Honorer tersebut juga mengungkapkan bahwa terdapat kemungkinan pemalsuan tandatangan camat pada SK yang digunakan oleh honorer siluman.
“Jadi ada kemungkinan itu pemalsuan tandatangan,” tambahnya.
Mereka berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Kolaka Timur menindaklanjuti kasus ini dan memastikan bahwa yang benar-benar honorer aktif yang terdaftar dalam pengusulan P3K paruwaktu.
“Saya cuma ingin agar yang benar-benar honor betul-betul terkapir namanya. Kalau perlu dibuktikan dengan bukti satker pembayaran honorer,” ungkapnya.
Dugaan kecurangan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan honorer aktif yang merasa dirugikan.
Pemerintah daerah Kabupaten Kolaka Timur diharapkan untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan transparansi dalam pengusulan tenaga P3K paruwaktu.
Honorer siluman yang tidak pernah bekerja sebagai honorer namun muncul sebagai peserta tes P3K paruwaktu menimbulkan pertanyaan tentang integritas pengusulan.
Laporan: Aby Razak



