Pemkab Konawe Dukung Program Ketahanan Pangan Pemasyarakatan dengan Lahan 10 Hektare
KONAWE, SultraNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Konawe menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan dengan menyerahkan lahan seluas 10 hektare untuk dikelola oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Unaaha.
Penyerahan lahan ini merupakan hasil dari pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara, Sulardi, dengan Bupati Konawe,
H. Yusran Akbar ST, MT., Bersama Kepala Badan BAPEDA, Sriyani SE M.Si,. di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Konawe beberapa waktu yang lalu.
Sulardi mengapresiasi dukungan Pemkab Konawe yang memberikan lahan seluas 10 hektare untuk dikelola dalam mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan.
“Ini adalah bukti nyata sinergi antara Pemasyarakatan dan pemerintah daerah (pemda). Lahan ini bukan hanya berfungsi sebagai media ketahanan pangan, tetapi juga sebagai wahana pembinaan, sehingga Warga Binaan memperoleh keterampilan bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Sulardi.
Lahan seluas 10 hektare ini akan diarahkan pada kegiatan pertanian produktif yang dikelola oleh Rutan Unaaha dengan melibatkan langsung Warga Binaan.
Hasil panen nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Pemasyarakatan sekaligus membantu masyarakat sekitar melalui program ketahanan pangan daerah.
Bupati Konawe, Yusran Akbar, menuturkan bahwa penyediaan lahan ini sejalan dengan kebijakan pemda di sektor pertanian dan pemberdayaan lahan tidur agar lebih produktif.
“Pemanfaatan lahan ini diharapkan mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Rutan Unaaha, Hery Kusbandono, menyambut positif penyerahan lahan tersebut. Pihaknya siap untuk segera menggarap lahan bersama Warga Binaan.
“Kami siap menindaklanjuti arahan ini. Warga Binaan akan dilibatkan langsung dalam pengolahan lahan mulai dari tahap pembukaan, penanaman hingga perawatan. Dengan begitu, mereka bukan hanya beraktivitas produktif, tetapi juga memperoleh keterampilan nyata di bidang pertanian,” terang Hery.
Editor: Aby Razak



