HeadlineKolaka TimurNasionalPendidikan

Puluhan Peserta SKD CPNS Koltim Gagal Jadi PNS, LSM Barak Koltim Geram

KOLAKA TIMUR – Puluhan peserta ujian tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berbasis Computer Assisted Test (CAT) tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), yang bertempat di SMKN 1 Kendari, rupanya menyisahkan tanda tanya besar ke publik.

Pasalanya, dari sekian banyaknya peserta, diketahui ada sekitar 26 orang yang gagal lanjut pada Seleksi Kopetensi Bidang (SKB). Sementara informasi yang diterima Sultranews.co.id, bahwa 29 orang perseta ini, telah dinyatakan lulus pada tes Seleksi Kopetensi Dasar (SKD).

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak) Kolaka Timur Beltiar, merasa simpatik dengan apa yang dialami oleh para peserta tes CPNS asal Koltim itu.

Advertisement

Kata dia, seharusnya Panitia Seleksi Nasional (Paneslnas) atau panitia dari BKPSDM Koltim, menjelaskan apa alasan dari 29 peserta ini tidak lagi bisa dilanjutkan ke tes berikutnya. Nah, ketika tidak ada penjelasan detail, terkait apa alasan mereka tidak bisa lagi lanjut ke tes berikutnya, Beltiar menduga telah ada permainan didalam.

“Ketika pihak panitia tidak mampu memberikan penjelasan ke publik, maka saya menduga telah terjadi permainan. Demi keterbukaan informasi saat ini, mengapa sih panitia tidak mau mengumumkannya ke media massa, apa sebenarnya alasan mereka membatalkan 26 orang ini? tanya Beltiar dengan heran.

Seharusnya, lanjut dia, BKPSDM Kolaka Timur, selaku perpanjangan tangan dari BKN Pusat harus mampu memberikan alasan tersebut. Sehingga pemikiran negatif utamanya masayarakat awam di Kolltim ini, tida berlarut-larut.

“Ini kan saya pikir kesalahan ada pada BKPSDM Koltim. Mengapa? Seharusnya saat itu, cepat mereka umumkan terkait pembatalan biar ada waktu 26 orang korban ini bisa melakukan penyanggaan,” cetus dia.

Maka dari itu, dengan tidak adanya informasi keterbukaan, maka kami duga telah terjadi permainan kongkalingkong terkait pembatalan terhadap 26 peserta yang dilakukan oleh panitia.

“Kasihan nasib 26 orang ini. mereka keluarkan biaya, tenaga dan pikiran hanya untuk mengikuti tes CPNS ini, dengan harapan terbesar mereka ingin menjadi abdi negara. Tapi sayangnya perjuangan mereka sia-sia, dan putus ditengah jalan hanya karena permainan dari segelintis orang yang tidak bertanggung jawab,” kesal aktivis Koltim ini.

Laporan: Jaspin

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id