Satu Dekade Memimpin Konawe, Bupati KSK Ekspose Kinerja Pembangunan

waktu baca 3 menit
Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, atau yang akrab disapa KSK, saat memaparkan kinerja pembangunannya selama memimpin Konawe, selama 1 dekade di acara ekspose yang bertempat disalah satu hotel di Kota Unaaha, Kamis (2/3/2023). Foto: Sultranews

KONAWE – Ekspose pembangunan 1 (satu) dekade Kery Saiful Konggoasa (KSK) mengantarkan Kabupaten Konawe menuju kegemilangan dan menjadi lokomotif untuk Sulawesi Tenggara maju.

Dalam kepemimpinan KSK, ia menggunakan filosofi kesejahteraan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk dapat terus mengembangkan Kabupaten Konawe yang berdaya saing.

Pada awal kepemimpinan KSK tahun 2013 pertumbuhan ekonomi -7,86 persen, angka kemiskinan 16,58 persen, indeks pembangunan manusia 68,23 persen, tingkat partisipasi angkatan kerja 65,06 persen, pendapatan perkapita penduduk Rp. 19 Juta/Kapita/tahun.

Sementara itu dalam 1 dekade kepemimpinan KSK kabupaten Konawe berdasarkan data dari BPS mengalami perubahan dan perkembangan dari segi pertumbuhan ekonomi yang selalu meningkat saat ini mencapai 15,38 persen, angka kemiskinan turun hingga 12, 57 persen, indeks pembangunan manusia naik hingga 72.04 persen, tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 70.00 persen, serta pendapatan perkapita penduduk naik hingga Rp. 34 Juta/kapita/tahun.

Suasana acara ekspose Bupati Konawe Kery saiful Konggoasa, atau yang akrab disapa KSK, 1 dekade kepemimpinannya yang bertempat disalah satu hotel di Kota Unaaha, Kamis (2/3/2023). Foto: Sultranews

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, mengungkap kita patut bersyukur bahwa catatan yang kita torehkan hingga saat ini membuat kabupaten Konawe menjadi daerah yang sangat disegani di Sulawesi Tenggara.

“Bahkan kabupaten Konawe menjadi kabupaten percontohan di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

KSK menambahkan kesuksesan membawa Kabupaten Konawe melangkah sejauh ini tidak terlepas dari komitmen dan konsistensi kita menjalankan strategi yang telah kita bangun bersama.

Berangkat dari filosofi sederhana yang sering KSK sampaikan yakni harus dapat memastikan masyarakat “bisa makan yang bermakna sebagai komitmen untuk membangun kesejahteraan ekonomi” dan “bisa sekolah dan apa masyarakat kita sehat bermakna komitmen untuk membangun sumber daya manusia yang handal.”

KSK mengatakan dengan melihat potensi wilayah Kabupaten Konawe kita melakukan pembangunan secara bertahap bermula membenahi sumber daya manusia lalu infrastruktur yang ada.

Baca Juga :  Momentum Upacara Peringatan HUT Konawe ke 64, Pertunjukan Tari Kolosal Jadi Perhatian Penonton
Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, atau yang akrab disapa KSK, saat memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang telah berkontribusi membangun Kabupaten Konawe di acara ekspose yang bertempat disalah satu hotel di Kota Unaaha, Kamis (2/3/2023). Foto: Sultranews

“Kalau SDMnya maju pasti perkembangan sektor lain juga ikut maju,” tambahnya.

KSK juga mengungkap di awal kepemimpinannya banyak pihak yang meragukan “akan jadi apa Konawe jika Kery yang memimpin” namun semua itu terbantahkan dengan semua capaian kabupaten Konawe dalam kepemimpinan KSK.

Dalam rilis BPS beberapa waktu lalu Kabupaten Konawe menduduki posisi pertama dalam pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun berturut-turut.

Selain itu banyak capaian serta penghargaan kinerja KSK selama 1 dekade menjabat di antaranya piala Adipura tahun 2016, penghargaan dana recka tahun 2016 dari Presiden RI, Indonesia Award 2017 program inovasi kesehatan, penghargaan desa cinta statistik tahun 2022, peringkat ke-7 Nasional realisasi investasi, serta peringkat ke-8 dalam penyelenggaraan pemerintahan terbaik kategori kabupaten seluruh Indonesia tahun 2021.

Selain itu, dalam kepemimpinan KSK Kabupaten Konawe menjadi penghasil beras terbanyak di Sulawesi Tenggara, dan menjadi salah satu penghasil daging terbaik di Sulawesi Tenggara.

Undangan yang hadir diacara ekspose yang bertempat disalah satu hotel di Kota Unaaha, Kamis (2/3/2023). Foto: Sultranews

Di tempat yang sama, Sekertaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan mengungkap indikator sederhana dalam pembangunan adalah kesesuaian perencanaan dan kinerja yang di lakukan semua pihak.

“Kalau kita kerja A dan hasilnya A plus berarti lebih bagus dan itulah suatu indikator,” tambahnya.

Ia menambahkan dalam pembangunan semua pihak harus selalu melaporkan yang sesuai dengan fakta yang ada dan jangan mencoba untuk memanipulasi atau merekayasa data karena itu akan ketahuan.

“Dan semua itu dinilai dan yang menilai itu banyak mulai dari inspektorat provinsi, kementerian dalam negeri, KPK, BPS, dan yang lainnya,” tutupnya.

Diakhir kegiatan ekspose, KSK memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu dalam pencapaiannya selama ia menjabat menjadi Bupati Konawe.

Laporanb: Jaspin