EkonomiKonawe Kepulauan

Telan Anggaran Rp 15 Miliar, Proyek Jaringan Air Bersih di Konkep Bermasalah

Konawe Kepulauan  – Proyek pembangunan jaringan air bersih yang menelan anggaran sebanyak Rp 15 miliar di wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi  Tenggara (Sultra), diduga bermasalah, Rabu (18/2020).

Pasalnya, sejak proyek itu dituntaskan pada 2019 lalu, sampai hari ini belum beroperasi hingga tidak dapat dinikmati oleh masyarakat.

Bahkan beberapa pipa induk pada jaringan air bersih yang terdapat di dua Desa di Kecamatan Wawonii Barat yaitu, Desa Bukti Permai dan Pasir Putih, terbengkalai hingga rusak tidak terawat.

Advertisement

Pantauan Sultra News saat meninjau  lokasi proyek jaringan air bersih di dua lokasi itu, terlihat sebuah pipa induk dalam kondisi bergelantungan di selokan dalam keadaan tidak berfungsi.

Kondisi salah satu pipa di Desa Bukit Permai, Kecamatan Wawonii Barat (Dok. Sultra News)

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya berharap agar jaringan air bersih yang dibuat oleh Pemda Konkep segera diperbaiki. Pasalnya selama ini warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih.

Koordinator Pemerhati Kebijakan Publik (PKP) Konkep, Zulkifli, menyebut hasil investigasi yang dilakukannya menemukan adanya kejanggalan dalam proyek pembangunan jaringan air bersih bernilai RP 15 miliiar itu.

“Berdasarkan hasil investigasi kami, itu tidak berdasarkan fakta dilapangan, tiga Bak penampungan jaringan air bersih itu semuannya bermasalah dan pipa-pipa induk banyak yg rusak. Shingga masyarakat banyak yang mengeluh tidak mendapatkan air bersih dari program pemerintah ini. Kami nilai hanya sekedar bagi-bagi proyek dan selama masa pemeliharaan tidak ada langkah perbaikan yang dikerjakan oleh pihak kontraktor,” ujar Zulkifli kepada Sultra News, pada Senin lalu (16/3/2020).

Kabid Cipta karya Dinas PU Konkep, Izhar, mengakui terkait adanya masalah pada jaringan air bersih yang saat ini dikeluhkan masyarakat. Dia menyebut ada beberapa penyebab rusaknya pipa jaringan air bersih tersebut.

“Ada beberapa pipa yg rusak akibat ditimpa pohon. Kemudian  untuk Desa Matabaho airnya masih tetap teraliri. Kalau Desa lanowatu itu disebabkan keringnya sumber air, itu kalau musim panas. namun sejauh ini sudah dilakukan perbaikan dan ditargetkan bisa difungsikan kembali di akhir Maret ini. Dilanjutkan pengerjaan di Desa Bukit Permai, tentu butuh waktu, karena cuaca yang berubah-rubah,” katra Izhar kepada Sultra News saat dikonfirmasi, Rabu (18/3/2020).

Laporan. Darsan

Editor. Wayan Sukanta

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id