Inovasi Wisata Pantai Tanjung Desa Lalimbue Konawe, Serpihan Surga yang Jatuh Kebumi

waktu baca 3 menit
Desa Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai menunjukkan wajah baru sebagai desa yang tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga penuh semangat inovasi. Salah satu menjadi perhatian hadirnya Inovasi Wisata Pantai Tanjung Lalimbue.

KONAWE, Sultranews.co.id — Di tengah geliat pembangunan desa dan semangat mendorong potensi lokal, Desa Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai menunjukkan wajah baru sebagai desa yang tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga penuh semangat inovasi.

Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah hadirnya Inovasi Wisata Pantai Tanjung Lalimbue, sebuah upaya kreatif desa dalam mengangkat potensi kawasan pesisir.

Menjadi destinasi wisata bernilai ekonomi, sosial, dan budaya, mampu menjadi harapan baru pariwisata berbasis desa di Konawe.

Ketgam: Camat Kapoiala, Muh. Shobri Rustam, S.ST

Hamparan laut tenang, angin pesisir sejuk, serta panorama alam masih asri menjadi kekuatan utama kawasan Tanjung Lalimbue.

Dulu, kawasan ini mungkin hanya dipandang sebagai bentang alam biasa oleh masyarakat sekitar.

Namun melalui pendekatan inovatif, kawasan tersebut kini mulai dikembangkan menjadi ruang wisata.

Tak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat desa.

Camat Kapoiala Muh. Shobri Rustam, S.ST memaparkan, inovasi ini lahir dari kesadaran desa memiliki aset besar jika dikelola dengan baik.

Ketgam: Team Bidang Inovasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe, saat melakukan kunjungan dalam kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Promosi dan Kampanye Inovasi, Senin (6/4/2026).

Wisata Tanjung bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan juga simbol perubahan cara pandang masyarakat terhadap potensi desa.

Alam yang sebelumnya hanya dinikmati secara lokal, kini diarahkan menjadi destinasi memiliki daya tarik lebih luas, konsep wisata berbasis pemberdayaan masyarakat.

Keunggulan dari Wisata Tanjung Desa Lalimbue terletak pada perpaduan keindahan alam dan keterlibatan warga.

Pengembangan kawasan ini kata MS Rustam sapaan akrabnya, mendorong masyarakat untuk berperan aktif.

Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menata area wisata, hingga memunculkan usaha-usaha kecil seperti kuliner lokal, penyewaan tempat santai, hingga peluang ekonomi kreatif lainnya.

“Dengan begitu, manfaat wisata tidak hanya dirasakan pengunjung, tetapi juga menjadi sumber penguatan ekonomi masyarakat desa,” ujar Rustam, saat ditemui disela-sela diskusi bersama team Bidang Inovasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Konawe, Senin (6/4/2026).

Ketgam: Team Bidang Inovasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe, saat melakukan kunjungan dalam kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Promosi dan Kampanye Inovasi, Senin (6/4/2026).

 

Lebih dari itu, lanjut dia, kawasan wisata ini memiliki potensi besar sebagai ruang edukasi dan promosi budaya lokal.

Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat merasakan suasana khas desa pesisir, keramahan warga, serta nilai-nilai kebersamaan yang masih terjaga.

“Disinilah inovasi wisata desa menjadi lebih bermakna: bukan hanya menjual tempat, tetapi juga menghadirkan pengalaman,” ucapnya.

Bagi pemerintah dan masyarakat, Inovasi Wisata Pantai Tanjung merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan pembangunan desa di era modern. Ketika banyak daerah berlomba membangun destinasi wisata, Desa Lalimbue memilih untuk bertumbuh dari potensi yang dimiliki sendiri.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu harus mahal atau rumit, tetapi cukup dimulai dari keberanian melihat peluang dan kemauan untuk bergerak bersama.

“Harapan kedepan, Wisata Pantai Tanjung Desa Lalimbue ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, dengan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, komunitas, maupun masyarakat luas.”

“Penataan kawasan, promosi digital, penguatan fasilitas pendukung, dan pengelolaan yang profesional menjadi kunci agar destinasi ini semakin dikenal dan diminati,” harapnya.

Di balik keindahan pesisirnya, Tanjung Lalimbue sedang menegaskan satu hal penting bahwa desa bisa maju dengan inovasinya sendiri.

Dari tepian pantai di Kapoiala, sebuah harapan baru bagi pariwisata berbasis desa di Konawe mulai tumbuh dan menginspirasi.

Selain inovasi wisata pantai, Camat Kapoiala nantinya kedepan bakal mengembangkan pakan ikan, udang dan ternak di Desa Tombawatu serta pengembangan ayam petelur yang bertempat di Desa Tani Indah, Desa Labotoy Jaya dan Desa Pereoa.

Laporan: Redaksi