Emplur Sagu Disulap Jadi Pelet, BRIDA Konawe Dorong Pengembangan Inovasi Sektor Perikanan di Desa Andaroa Kecamatan Sampara

waktu baca 3 menit
Ketgam: Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Awaluddin, S.Sos, saat menyerahkan bantuan uang tunai kepada Kelompok Budidaya Ikan Desa Andaroa, untuk fasilitasi dan pembinaan peningkatan perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual, Senin (25/5/2026). Foto: Sultranews.co.id

KONAWE, Sultranews.co.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Bidang Inovasi dan Teknologi melaksanakan kegiatan fasilitasi pembuatan pakan ikan buatan (Pelet) berbahan dasar dari “Emplur Sagu” di Desa Andaroa, Kecamatan Sampara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sumber daya lokal serta pengembangan inovasi yang dapat mendukung sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan yang melibatkan kelompok pembudidaya ikan, aparat desa, dan masyarakat setempat tersebut, bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam mengolah emplur sagu menjadi pakan ikan yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Ketgam: Ketua Kelompok Budidaya Ikan Desa Andaroa, Sahirun, saat melakukan pengeringan emplur sagu. Foto: Sultranews.co.id

Emplur sagu yang selama ini sering dianggap sebagai limbah ternyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan alternatif yang dapat membantu menekan biaya produksi budidaya ikan.

Usai menggelar Sosialisasi Uji Coba dan Penerapan Rancang Bangun Model Replikasi dan Invensi di Balai Desa Andaroa, Kecamatan Sampara, tim Brida Konawe bersama Pemateri dari BPMD Konawe didampingi langsung Camat Sampara dan Kades Andaroa, langsung mengunjungi serta melihat langsung proses pembuatan pakan ikan tersebut.

Disana, tim langsung mendapatkan pengarahan langsung dari Ketua Kelompok Budidaya Ikan, Sahirun yang didampinggi langsung Kades Andaroa, Tali. Keduanya menjelaskan mengenai manfaat emplur sagu, teknik pengolahan bahan, formulasi pakan, hingga praktik langsung pembuatan pakan ikan.

Ketgam: Team Inovasi saat melakukan pengujian pakan ikan atau pelet pada ikan yang ada dalam kolam atau empang. Foto: Sultranews.co.id

Dalam percakapan, Pemateri dari BPMD Konawe Asrudin, S.E sontak merespon keluhan yang dihadapi kelompok dalam membuat pakan ikan tersebut yang mana terkendala pada mesin pembuat pelet.

Asruddin mengatakan jika dirinya bakal membantu pihak kelompok budidaya ikan agar segera mengajukan permohonan penganggaran melalui Dana Desa (DD) untuk segera dibuatkan regulasinya.

Sementara itu Kabid Inovasi dan Teknologi Awaluddin, S.Sos, menyampaikan jika Desa Andaroa memiliki potensi sumber daya sagu yang cukup besar sehingga sangat tepat dijadikan lokasi penerapan inovasi pemanfaatan ampas sagu. Selain mendukung usaha budidaya perikanan, inovasi ini juga dapat membantu mengurangi limbah dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Ketgam: Kades Andaroa, Tali, saat memperlihatkan proses pembuatan pakan ikan atau pelet. Foto: Sultranews.co.id

“Kami berharap masyarakat Desa Andaroa dapat memanfaatkan teknologi sederhana ini secara berkelanjutan sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan yang harganya relatif mahal,” ujarnya.

Melalui kegiatan fasilitasi pembuatan pakan ikan berbahan emplur sagu ini, BRIDA Kabupaten Konawe menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan inovasi daerah yang berorientasi pada pemanfaatan sumber daya lokal, peningkatan ekonomi masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Konawe.

Diakhir kunjungan tersebut, Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Awaluddin, S.Sos, memberikan bantuan uang tunai kepada Kelompok Budidaya Ikan Desa Andaroa, untuk fasilitasi dan pembinaan untuk peningkatan perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual.

Laporan: Redaksi