Harga Beras Mulai Turun, Menteri Pertanian: 1-2 Minggu Lagi Harga Normal
JAKARTA, SultraNews.co.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa harga beras di Indonesia mulai menunjukkan tren penurunan.
Hal ini menyusul upaya pemerintah dalam melakukan operasi pasar besar-besaran dengan menyalurkan 1,3 juta ton beras secara bertahap di seluruh Indonesia.
Dalam konferensi pers, Mentan Amran menjelaskan bahwa dari total 514 kabupaten, masih terdapat 20 kabupaten di zona 3 (Maluku dan Papua) yang mencatat harga tinggi, terutama untuk beras medium yang masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.500 per kilogram.
Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah telah mengirim tim ke lapangan untuk memantau dan menekan harga di daerah-daerah yang masih tinggi.
“Kami tidak akan tinggal diam dan akan terus memantau harga beras di pasar,” tegasnya.
Menteri Pertanian juga menyoroti praktik tengkulak dan beras oplosan yang diduga menjadi penyebab utama mahalnya harga beras.
“Kami telah mengamankan 41 tersangka dengan total kerugian rakyat mencapai Rp10 triliun,” ungkapnya.
Pemerintah kini memperketat pengawasan dan mengancam akan mencabut izin bagi pedagang nakal yang menjual beras di atas HET.
“Kami berharap masyarakat dapat melaporkan pedagang yang nakal agar dapat segera ditindak,” tambah Amran.
Dengan upaya ini, pemerintah berharap harga beras dapat segera stabil dan masyarakat dapat menikmati harga yang wajar.
Laporan: Aby Razak
Sumber: NTV News




