Mantan Anggota DPR RI Asal Sultra Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Nasional - Polda Metro Jaya menetapkan mantan anggota DPR-RI asal Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial HS sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan, Kamis (7/5/2020).
Penetapan tersangka Esk legislator ini mulai ditingkatkan oleh penyidik sejak akhir Desember 2019 lalu.
Dilansir dari JawaPos.com HS dilaporkan dalam kasus penipuan dan penggelapan yang tertuang dalam laporan bernomor LP/4264/VII/2019/PMJ/Ditreskrimum bertanggal 16 Juli 2019.
Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik belum melakukan penahanan terhadap HS dengan alasan kondisi saat ini sedang PSBB.
HS diduga melakukan penipuan kepada seseorang berinisial SIB dalam perkara bisnis yang dilakukannya bersama rekan-rekannya.
Selain HS, pihak kepolisian juga telah menetapkan tersangka berinisial LOH dan T. keduanya diduga bekerjasama untuk melakukan dugaan tindak penipuan dan penggelapan bersama HS.
“Kami akan melayangkan surat pemanggilan pertama sebagai tersangka. Namun situasi PSBB tentu saja menjadi atensi kita semua,” kata Iptu Cepy, penyidik subdit 2 Ditreskrimum Polda metro Jaya.
Cepy menjelaskan, penetapan 3 TSK tersebut berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan pada tanggal 13 Desember 2019 terhadap terlapor HS, LOH dan T, telah ditingkatkan statusnya sebagai tersangka dikarenakan terpenuhi sekurang-kurangnya 2 (dua) alat bukti sah.
“Berkaitan dengan hal tersebut diatas, berdasarkan hasil gelar perkara penetapan tersangka pada tangggal 13 Desember 2019, terhadap terlapor HS, LOH dan T telah ditingkatkan statusnya sebagai tersangka dikarenakan terpenuhi sekurang-kurangnya 2 (dua) alat bukti yang sah,” jelasnya. (SN)
Pria di Bombana Sembunyikan Sabu Siap Edar di Dalam Sarung, Polisi Temukan 13,02 Gram, Ada Uang Tunai dan Ponsel
Manajemen PT RCP Bantah Keterkaitan Penangkapan Arlan dengan Perusahaan
Akibat Informasi Menyesatkan, Kantor PT RCP Jadi Sasaran Amukan Massa
Narkoba Jaringan Internasional Beraksi di Sultra, 6,5 Kg Sabu Diamankan, Ancaman Pidana Mati!
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 31 RSUD di Indonesia, Total 8 Tersangka Ditahan
Berita BerikutnyaGubernur Sultra Minta Polisi Segera Tangkap WN China yang Palsukan KTP
Baca Lainnya
Pria di Bombana Sembunyikan Sabu Siap Edar di Dalam Sarung, Polisi Temukan 13,02 Gram, Ada Uang Tunai dan Ponsel
BOMBANA, Sultranews.co.id – Polres Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menunjukkan komitmennya memberantas peredaran narkotika. Kali ini, Satuan Reserse Narkoba Polres Bombana, berhasil menggagalkan distribusi sabu di wilayah Kecamatan…
Manajemen PT RCP Bantah Keterkaitan Penangkapan Arlan dengan Perusahaan
MOROWALI, Sultranews.co.id - Api yang melalap kantor PT Raihan Catur putra (RCP) pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, menyisakan jejak amarah yang lahir dari informasi simpang siur. Di…
Akibat Informasi Menyesatkan, Kantor PT RCP Jadi Sasaran Amukan Massa
MOROWALI, Sultranews.co.id - Isu yang tak pernah terkonfirmasi berubah menjadi amarah kolektif, pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 21.01 WITA malam lalu. Puluhan warga mayoritas perempuan menggenggam obor dan…
Narkoba Jaringan Internasional Beraksi di Sultra, 6,5 Kg Sabu Diamankan, Ancaman Pidana Mati!
KENDARI, SultraNews.co.id - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengungkap dan memberantas kasus peredaran narkoba jaringan internasional dengan barang bukti sabu seberat 6.583 gram atau…
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 31 RSUD di Indonesia, Total 8 Tersangka Ditahan
JAKARTA, SultraNews.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan 31 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia. Pendalaman ini dilakukan seiring dengan…
KPK Tahan 3 Tersangka Baru Kasus Korupsi RSUD Kolaka Timur Senilai Rp170,3 Miliar
JAKARTA, SultraNews.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan 3 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra).…










