Penginputan IID Se-Indonesia Resmi Berakhir, Kabupaten Konawe Berhasil Mengirim 49 Inovasi Daerah
KONAWE, Sultranews.co.id – Tahapan penginputan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 secara nasional resmi berakhir Senin (31/8/2026) pada pukul 23.59 Waktu Indonesia Barat (Wib).
Kabupaten Konawe menutup proses tersebut dengan capaian membanggakan, yakni berhasil mengirimkan 49 inovasi daerah melalui aplikasi Indeks Inovasi Daerah yang dikelola oleh Badan Strategis Kementerian Dalam Negeri (BSKDN) Republik Indonesia.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe dalam mendorong budaya inovasi di seluruh perangkat daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta pembangunan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Konawe selaku Person in Charge (PIC) penginputan Indeks Inovasi Daerah mengapresiasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bagian, kecamatan, puskesmas, dan unit kerja lainnya yang telah berpartisipasi aktif menyiapkan dokumen serta menginput inovasi sesuai ketentuan dan jadwal yang ditetapkan.
Kepala BRIDA Kabupaten Konawe Hj. Riny Andriani, S.P., M.Si menyampaikan bahwa 49 inovasi yang berhasil dikirim merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang menunjukkan semangat perubahan dan kreativitas aparatur pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, seluruh proses penginputan IID Tahun 2026 ini telah selesai. Kabupaten Konawe berhasil mengirimkan 49 inovasi daerah. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh OPD, kecamatan, puskesmas yang terus berkomitmen menghadirkan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Riny Andriani, kepada Sultranews.co.id Selasa (1/9/2026).
Puluhan inovasi yang dikirim mencakup berbagai bidang, utamanya enam standar layanan minimal (SPM) yakni Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Pekerjaan Umum, Perumahan dan Ketentraman telah terpenuhi. Dilanjutkan pemerintahan, ekonomi, pertanian, peternakan, pariwisata, hingga pelayanan administrasi.

Setiap inovasi kata Riny, diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi nilai tambah dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah tingkat nasional.
“Setelah tahapan penginputan berakhir, proses selanjutnya adalah verifikasi dan penilaian oleh tim dari Kementerian Dalam Negeri terhadap kelengkapan administrasi, substansi inovasi, serta bukti implementasi di lapangan. Pemerintah Kabupaten Konawe optimistis capaian 49 inovasi tersebut dapat meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah sekaligus memperkuat posisi Konawe sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan inovasi di Provinsi Sulawesi Tenggara,” katanya.
Melalui semangat Konawe Bersahaja, Pemerintah Kabupaten Konawe terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
“Atas nama BRIDA Kabupaten Konawe mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah dan tim inovasi yang telah berkontribusi hingga suksesnya penginputan IID Tahun 2026. Semangat berinovasi akan terus menjadi budaya kerja untuk membangun Kabupaten Konawe yang lebih maju, berdaya saing, dan inovatif,” tutup Riny.
Laporan: Redaksi






