Sagu Jadi Sorotan Peneliti S3 Jerman, BRIDA Konawe Fasilitasi FGD Riset Rantai Pasok Pangan
KONAWE, Sultranews.co.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) memfasilitasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penelitian yang dilaksanakan dalam rangka mendukung penelitian disertasi mahasiswa Program Doktor (S3) Humboldt-Universität zu Berlin, Dwi Ahrisa Putri, S.P., M.Si.
Penelitian tersebut mengangkat judul “Analisis Manajemen Rantai Pasok dan Pencegahan Kerugian Pangan pada Sagu sebagai Tanaman Asli di Indonesia.”

Penelitian ini mulai dilaksanakan sejak 10 Maret 2026, dengan lokasi penelitian mencakup sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara, yakni Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Kolaka Timur, dan Kota Kendari.
Kegiatan FGD menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengumpulan data dan informasi penelitian.
Melalui forum tersebut, peneliti dapat memperoleh berbagai perspektif, pengalaman, serta informasi dari para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pengelolaan sagu, rantai pasok, produksi, distribusi, hingga upaya pencegahan kehilangan dan pemborosan pangan.

BRIDA Kabupaten Konawe sebagai lembaga daerah yang memiliki tugas dalam penguatan riset dan inovasi daerah turut memberikan fasilitasi terhadap pelaksanaan penelitian tersebut.
Fasilitasi ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan penelitian yang memiliki relevansi dengan potensi sumber daya lokal, khususnya sagu sebagai salah satu tanaman pangan asli Indonesia.
Sekretaris Brida Konawe Ni Ketut Santi Rahayu menyampaikan kegiatan FGD ini diharapkan dapat mempertemukan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem sagu, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, akademisi, masyarakat, hingga pihak-pihak terkait lainnya.

Pertukaran informasi tersebut, menurut Santi Rahayu, panggilan akrabnya, juga mengharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi rantai pasok sagu di wilayah penelitian.
“Sagu memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai komoditas yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung perekonomian masyarakat dan ketahanan pangan daerah,” katanya.
Oleh karena itu, pengelolaan rantai pasok yang efektif serta upaya mencegah kerugian dan kehilangan pangan menjadi aspek penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas sagu.
“Kami atas nama Organisasi dan kelembagaan BRIDA Konawe sangat menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut dan berharap hasil penelitian dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), khususnya dalam pengelolaan komoditas sagu dan penguatan sistem pangan berkelanjutan di daerah khususnya di Konawe itu sendiri,” ujarnya.
Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan potensi lokal melalui riset dan inovasi.

“Melalui fasilitasi FGD ini, BRIDA Konawe berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi penelitian dan pengembangan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah berbasis potensi dan sumber daya lokal,” harapnya.
Hasil penelitian disertasi tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu referensi akademik dalam memahami sekaligus memperbaiki sistem rantai pasok sagu di Indonesia, khususnya dalam rangka mengurangi kehilangan pangan dan meningkatkan pemanfaatan sagu sebagai tanaman asli Indonesia.
Untuk diketahui, hadir perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Konawe, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Pertanian (TPHP), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Dinas Koperasi.
Laporkan: Redaksi






