Konawe SelatanPemerintahanSerba-serbi

Menyoal Jalan Poros Kecamatan Andolo-Tinanggea, KBPM Konsel Kembali Angkat Bicara

KONSEL, Jalan poros penghubung antara kecamatan andoolo dan tinanggea kabupaten Konawe Selatan (Konsel) adalah jalan yang berstatus jalan provinsi, yang tentu saja adalah bagian wewenang dari pemerintah provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara.

Jalan penghubung Kecamatan andolo-Tinanggea begitu rusak parah, sampai Saat ini belum ada upaya atau pun langkah yang di lakukan oleh pemerintah provinsi padahal bila melihat kondisi jalan tersebut, semakin rusak parah, dan sudah banyak memakan korban.

Rendi Tabara yang merupakan ketua presidium Keluarga Besar Pemuda dan Mahasiswa (KBPM) Konsel, menjelaskan hal tersebut saat di konfirmasi melalui via Whatssap, sebelumnya kami telah melakukan demonstrasi hingga memblokade jalan penghubung tersebut, dalam upaya untuk menghadirkan pihak terkait. Senin (5/4/2021).

Menyoal Jalan Poros Kecamatan Andolo-Tinanggea, KBPM KONSEL Kembali Angkat Bicara
KBPM Konsel melakukan demonstrasi hingga memblokade jalan penghubung tersebut, dalam upaya untuk menghadirkan pihak terkait. Senin (5/4/2021).

“persoalan ini sudah kami suara kan di DPRD provinsi, bahkan sampai memblokade jalan poros andoolo-tinanggea, Pada saat kami mblokade jalan poros andoolo tinanggea di hadiri DPRD SULTRA yang di wakili ketua komisi III bapak Suandi Andi”, Ungkap Rendi.

Lanjut, kata rendi yang juga merupakan ketua Umun Gerakan Pemuda Marhaenis, Kehadiran Suandi Andi, ia berjanji akan mengusahakan agar realisasi perbaikan jalan poros andoolo-tinanggea segara di lakukan perbaikan dan akan di mulai dari bulan Maret 2021.

“yang membuat kami kecewa ini sudah memasuki bulan April 2021 tetapi belum ada tanda tanda perbaikan jalan tersebut, sementara kondisi jalan semakin parah, maka sebagai bentuk kekecewaan masyarakat, kami menanam pisang di sepanjang jalan yang rusak, bahkan sampai akan menutup”, Tambahnnya.

KBPM bersama lembaga kepemudaan, masyarakat, sudah bersepakat akan menutup total jalan tersebut sampai perbaikan jalan tersebut benar-benar jelas realisasinya , tidak akan membuka sampai pihak pemerintah yang hadir untuk merealisasikan apa yang menjadi tuntutan.

“Ketua DPRD PROVINSI Bersama GUBERNUR harus hadir, karena kami sudah cukup sabar menunggu, selama bertahun-tahun menantikan perbaikan jalan tetapi sampai saat ini, seakan persoalan ini di anggap biasa biasa saja, kami akan menutup total kami akan buka kalau perbaikan jalan benar benar jelas realisasi nya”,Tutupnnya.

Laporan : Erwin

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id