PT. WIN Lakukan Pelebaran Jety Tanpa Izin, NGO: Dinas Terkait dan APH Diduga Lakukan Pembiaran

KENDARI - Aktivitas perusahaan tambang milik PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang bertempat di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kini menjadi sorotan bagi Non-Governmental Organization atau yang di kenal sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), karena diduga telah melakukan pelebaran jety tanpa izin, serta melakukan penimbunan laut hingga merusak hutan magrove.
Untuk itu membuat NGO/LSM yang tergabung dalam Solidaritas National Anti Korupsi dan Anti Makelar Kasus (SNAK MARKUS) angkat bicara. Dalam waktu dekat mereka bakal lakukan aksi unjuk rasa.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Koordinator wilayah SNAK MARKUS Sultra Amir Amin, S.H. Menuturnya, pihak PT. WIN saat ini telah melakukan pelebaran jety yang diduga tidak mengantongi izin. Selain itu, mereka juga menduga telah melakukan penimbunan laut serta merusak hutan mangruve.
Sementara itu, jety yang diketahui milik perusahaan PT. Billy, yang telah diberikan rekomendasi untuk menggunakan jety tersebut. Tetapi kata Amir, tidak untuk pelebaran karena hal itu sudah melanggar secara administrasi atau izin sebelumnya. Apalagi jety tersebut diluar dari Wilayah Izin Usaha Perusahaan (WIUP).
Ironisnya, perusahaan tersebut keras diduga telah melakukan pelebaran atau perluasan jety dan hal itu diduga melanggar secara administrasi atau Komersial.
"Saya menduga PT. WIN ini tidak mengantongi izin atas pelebaran jety yang dimana telah kita ketahui bahwa jety tersebut adalah milik PT. Billy, yang artinya adalah jety tersebut komersial dan melanggar secara administrasi, dan insya Allah kami dari lembaga SNAK MARKUS Sultra serta beberapa lembaga lainya, bakal turun melakukan aksi unjuk rasa," ancam Amir.
Anehnya lagi, kata dia, Perusahaan PT. WIN ini telah melakukan pelebaran jety sekaligus menimbun laut yang sementara itu diluar Wilayah Izin Usaha Perusahaan (WIUP).
Senada yang sama, Hedianto Ismail sekalu Divisi Penggerak massa aksi juga menyatakan bahwa, perusahaan PT. WIN sudah sangat meresahkan warga yang diduga telah menyalahi aturan. Pertama PT. WIN diduga sudah merusak mangruve, kedua diduga menimbun laut, dan ketiga perusahaan tersebut sudah melakukan penambangan di permukiman warga, termaksud di bahu jalan dan tepat di belakang rumah sekolah, serta melakukan pelebaran atau perluasan jety yang diduga tidak mengatongi izin.
"PT. WIN sudah melakukan pelanggaran atau bertentangan dengan aturan, yang diduga melakukan penambangan di permukiman warga, mangruve dirusak, laut di timbun dan perluasan jety," Tandasnya.
Untuk itu, Kepala Dinas Kehuatan, Lingkungan Hidup dan Kadis ESDM Konsel serta Kapolres Konsel diduga telah melakukan pembiaran dan mangabaikan aturan Perundang-undangan yang berlaku.
Seharusnya kata Hadianto, aturan tersebut ditegakkan demi kenyamanan dan Keamanan ekosistem dan Sumber Daya Alam (SDA) khususnya di wilayah Desa Torobulu, Kecamatan Laeya yang diduga telah dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal Perusahaan PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN).
"Saya pastikan kami khsusnya dari lembaga SNAK MARKUS Sultra akan turun lapangan dan melakukan aksi unjuk rasa," tutupnya.
SN
Pria di Bombana Sembunyikan Sabu Siap Edar di Dalam Sarung, Polisi Temukan 13,02 Gram, Ada Uang Tunai dan Ponsel
Manajemen PT RCP Bantah Keterkaitan Penangkapan Arlan dengan Perusahaan
Akibat Informasi Menyesatkan, Kantor PT RCP Jadi Sasaran Amukan Massa
Narkoba Jaringan Internasional Beraksi di Sultra, 6,5 Kg Sabu Diamankan, Ancaman Pidana Mati!
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 31 RSUD di Indonesia, Total 8 Tersangka Ditahan
Berita BerikutnyaLahan Tidur Seluas 20 Ha di Desa Amosilu, Disulap Menjadi Perkebunan Nilam
Baca Lainnya
Posaline Dewi Kembali Diperiksa, Kejati Sultra Kembangkan Kasus Korupsi PT AMIN Rp 233 Miliyar
KENDARI, Sultranews.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memeriksa terpidana kasus PT Alam Mitra Indah Nugraha (PT AMIN), Posaline Dewi, pada Selasa (14/7/2026). Posaline tiba di…
Kasus Dugaan Perzinaan Dua Oknum Guru P3K Konawe Makin Terang, Kuasa Hukum Ungkap Fakta Baru
KONAWE, Sultranews.co.id – Kasus Dugaan perzinahan Oknum Guru P3K di Kabupaten Konawe yang dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga pada 18 mei lalu terhadap sang suami yang kedapatan…
Sesama Penegak Hukum Unjuk Kesolitan, Polres dan Kejari Konawe Komitmen Soal Penegakan
KONAWE, Sultranews.co.id – Polres Konawe dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergitas dan soliditas dalam penegakan hukum di Kabupaten Konawe. Komitmen tersebut ditunjukkan…
KSPN Sultra Desak Penindakan, Viral Kedatangan TKA asal Tiongkok di Pomalaa Diduga Tanpa Dokumen Jelas
KONAWE, Sultranews.co.id - Maraknya Tenaga Kerja Asing di Sulawesi Tenggara bukan menjadi isu baru, bahkan penomena dalam perusahaan-perusahaan besar di bidang pertambangan. Apalagi yang melibatakn modal atau investor…
2 Pria Asal Kolaka Nekat Transaksi Sabu 100 Gram Dekat RS Bahteramas Kendari, Dibekuk Ditresnarkoba Polda Sultra
KENDARI, Sultranews.co.id - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Dalam operasi digelar, Selasa (12/5/2026) dini hari, polisi…
Aksi Pencurian Pria Misterius di SMA Lambuya Konawe Terekam CCTV, Barang Elektronik Raib Dibawa Kabur
KONAWE, Sultranews.co.id – Seorang pria di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), terekam CCTV sekolah, hendak mencuri, Selasa (12/5/2026) sekira 02.00 Wita. Aksi pencurian ini terjadi di SMA Negeri…















