Ribuan Mahasiswa dan Masyarakat Kendari Demo di DPRD Sultra, Tuntut Pemotongan Tunjangan Anggota DPRD

waktu baca 2 menit
Ribuan Mahasiswa dan Masyarakat Kendari Demo di DPRD Sultra, Tuntut Pemotongan Tunjangan Anggota DPRD

KENDARI, SultraNews.co.id – Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Kendari serta elemen organisasi masyarakat Sulawesi Tenggara memadati gedung DPRD Sultra untuk melaksanakan aksi demonstrasi.(1/9/2025),

Aksi yang awalnya berlangsung damai tersebut sempat memanas setelah sekelompok massa melempari gedung dewan dengan batu, menyebabkan sejumlah kaca pecah.

Dalam orasinya, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain mendesak pemotongan tunjangan anggota DPRD sebesar 50 persen selama setahun, percepatan pengesahan UU Perampasan Aset, serta pertanggungjawaban lembaga legislatif terkait berbagai persoalan rakyat.

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap kondisi masyarakat. Wakil rakyat harus merasakan langsung apa yang dirasakan rakyat,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Suasana sempat tegang dan memanas ketika ada oknum yang melakukan pelemparan batu ke gedung, mengakibatkan kaca pecah.

Aksi saling dorong dengan aparat kepolisian pun tidak terhindarkan, bahkan sempat disertai pelemparan botol air mineral.

Meski begitu, aparat TNI-Polri yang berjaga berhasil meredam kericuhan sehingga situasi dapat dikendalikan kembali.

Kapolda Sultra menegaskan bahwa aparat mengedepankan langkah persuasif dalam mengawal aksi.

“Tugas kami memastikan aspirasi tersampaikan dengan aman dan tidak mengganggu ketertiban umum,” ucapnya.

Di tengah aksi, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala bersama Kapolda Sultra dan Danrem 143/Haluoleo turun langsung menemui massa.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa dan masyarakat, serta menegaskan siap memperjuangkan aspirasi yang disampaikan.

“Kami menerima dengan baik aspirasi saudara-saudara dan akan memperjuangkannya sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar La Ode Tariala di hadapan demonstran.

Sebagai bentuk keseriusan, sejumlah perwakilan mahasiswa kemudian dipersilakan masuk ke ruang sidang DPRD untuk berdialog langsung dengan pimpinan dewan.

Laporan: Aby Razak