Terbanyak di Sulawesi Tenggara, BRIDA Konawe Berhasil Mengirim 49 Inovasi Daerah ke BSKDN Kemendagri, Sekda Konawe Berikan Apresiasi

waktu baca 3 menit
Ketgam: Sekda Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H, saat menyampaikan apresiasi terhadap 49 Inovasi Daerah Kabupaten Konawe, sekaligus membuka kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Penguatan Kelembagaan Riset dan Inovasi Daerah, Senin (07/09/2026). Foto: Ist

KONAWE, Sultranews.co.id  – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Konawe mencatatkan capaian luar biasa dengan menjadi daerah penyumbang inovasi terbanyak di Sulawesi Tenggara (Sultra) sebanyak 49 inovasi daerah yang berhasil dikirimkan ke Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Capaian ini menempatkan Konawe di posisi puncak dalam pelaporan dan indeks inovasi daerah di tingkat provinsi. Inovasi yang dikirimkan mencakup berbagai sektor, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga program efisiensi tata kelola daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand, S.P., M.H, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Brida Konawe atas kerja keras dan komitmen dalam mendorong iklim inovasi di lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe atas keberhasilan dalam melakukan penginputan 49 inovasi daerah ke dalam aplikasi BSKDN pada pelaksanaan Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 ini.

Apresiasi tersebut disampaikan Sekda Ferdinand sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras BRIDA bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah menyelesaikan proses penginputan inovasi sesuai batas waktu yang ditetapkan Kemendagri.

Ketgam: Sekda Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H, (Tengah), Analis Kebijakan Muda BRIDA Provinsi Sultra, Zubaidah Muchlisi, S.E., M.Si (Kiri), Kepala Brida Konawe, Hj Riny Andriani, S.P., M.Si saat menghadiri kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Penguatan Kelembagaan Riset dan Inovasi Daerah, Senin (07/09/2026). Foto: Ist

“Langkah Brida Konawe ini patut kita beri apresiasi. Menjadi yang terbanyak di Sulawesi Tenggara membuktikan bahwa semangat untuk berbenah dan melayani masyarakat dengan cara-cara baru yang efisien terus tumbuh di daerah kita,” ujar Ferdinand, saat membuka kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Penguatan Kelembagaan Riset dan Inovasi Daerah di salah satu hotel di Unaaha, Senin (07/09/2026).

Baca Juga :  Akademisi Asal Unilaki Dorong Konsep "Penta Heliks" untuk Riset dan Inovasi di Kabupaten Konawe

Ferdinand menilai capaian tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, serta berdampak langsung kepada masyarakat.

“Saya berharap dari puluhan inovasi yang telah didaftarkan ke BSKDN Kemendagri ini tidak sekadar menjadi pemenuhan administrasi, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Konawe,” harapnya.

Selain memberikan apresiasi, Ferdinand juga menekankan kepada seluruh OPD utamanya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe, agar tidak berhenti pada pemenuhan indikator Indeks Inovasi Daerah semata. Ia meminta setiap perangkat daerah terus melahirkan inovasi yang menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat, salah satunya terkait pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba.

Ketgam: Peserta kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Penguatan Kelembagaan Riset dan Inovasi Daerah, Senin (07/09/2026). Foto: Ist

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh OPD melalui program-program inovatif sesuai tugas dan fungsi masing-masing, karena Kabupaten Konawe saat ini masuk kategori zona merah Narkoba di enam daerah.

“Bukan lagi zona merah, tapi sudah zona hitam. Untuk itu saya tekankan agar setiap OPD berkolaborasi untuk menciptakan inovasi yang berorientasi pada solusi, termasuk inovasi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Ini menjadi perhatian bersama khususnya Dinas Pendidikan karena menyangkut masa depan generasi muda Kabupaten Konawe,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Zubaidah Muchlisi, S.E., M.Si, selaku pemateri dari BRIDA Provinsi Sultra, Kepala BRIDA Konawe Hj. Riny Andriani, S.P., M.Si, Wakil Rektor (WR) III Universitas Lakidende (Unilaki) Dr. Ir. Alkadri, S.T., M.T selaku peserta akademisi dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemda Konawe.

Baca Juga :  Akademisi Asal Unilaki Dorong Konsep "Penta Heliks" untuk Riset dan Inovasi di Kabupaten Konawe

Laporan: Redaksi