Cabor Tenis Meja Mati Suri 10 Tahun, Astarif Pimpin PTMSI Kabupaten Konawe
KONAWE, Sultranews.co.id — Setelah hampir 10 tahun mengalami kevakuman, cabang olahraga tenis meja di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggeliat. Astarif terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Konawe melalui Musyawarah Cabang (Muscab) PTMSI Kabupaten Konawe, dengan masa kepengurusan 2026-2030, Rabu (30/9/2026).
Pelaksanaan Muscab yang berlangsung di Ruangan Rapat Kantor Badan Riset dan Inovasi (BRIDA) Konawe, menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali organisasi sekaligus menyusun langkah dan program kerja PTMSI Kabupaten Konawe ke depan.
Muscab PTMSI Konawe di pimpin langsung Ketua Koni Konawe, Rusdianto, S.E., M.M, didampingi Sekretarisnya Cecep Supria Yuduwono, S.Pd., M.Pd. Hadir pula Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Konawe, Jahiuddin, S.Sos., M.Si yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Keolahragaan, Suhardin, S.Sos, dan Dewan Pembina PTMSI Kabupaten Konawe Akosa Lelewa, S.P., M.Ap.

Dalam proses pemilihan, Astarif mendapat dukungan secara aklamasi dari peserta Muscab. Dengan hasil tersebut, Astarif dipercaya memimpin PTMSI Kabupaten Konawe dan membawa organisasi bangkit setelah lama tidak aktif, khususnya dalam pembinaan olahraga tenis meja di daerah.
Terpilihnya Astarif diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan pembinaan atlet tenis meja mulai dari tingkat usia dini hingga atlet berprestasi. Selain itu, kepengurusan baru diharapkan mampu mendorong munculnya bibit-bibit atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Konawe dalam berbagai ajang olahraga.
Pada Kesempatan itu pula Ketua Koni Kabupaten Konawe, Rusdianto menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan, soliditas organisasi, serta memperkuat pembinaan atlet tenis meja di Kabupaten Konawe.
Rudianto juga mengharapkan kepengurusan PTMSI yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik dan mampu menyusun program pembinaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara terarah agar dapat melahirkan atlet-atlet tenis meja yang mampu berprestasi dan membawa nama baik Kabupaten Konawe.

“Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PTMSI Konawe diharapkan semakin aktif dalam pembinaan dan pengembangan olahraga tenis meja. Sinergi antara PTMSI dan KONI Konawe juga diharapkan dapat memperkuat prestasi olahraga daerah,” ujar Rudi, sapaan akrabnya.
Usai terpilih, Astarif menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan melalui Muscab dengan sebaik-baiknya. Ia juga mengajak seluruh pengurus, atlet, pelatih, klub, dan insan tenis meja di Kabupaten Konawe untuk bersama-sama membangun organisasi secara solid dan berkelanjutan.
“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus kita jalankan bersama. Saya berharap seluruh keluarga besar PTMSI Kabupaten Konawe dapat bersinergi untuk menghidupkan kembali organisasi, memajukan tenis meja, dan melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujar Astarif.
Dengan terpilihnya kepengurusan baru, PTMSI Kabupaten Konawe diharapkan semakin aktif dalam menyelenggarakan pembinaan, kompetisi, serta kegiatan olahraga tenis meja sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan olahraga dan prestasi atlet di Kabupaten Konawe.
Laporan: Redaksi






