Banjir di Waworaha Lambuya Disebabkan Tanggul Konaweeha Bobol, Pj Bupati Usulkan Penanggulangan Sementara

waktu baca 2 menit
Pj Bupati Konawe bersama rombongan saat meninjau kondisi banjir di Desa Waworaha, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sabtu (11/5/2024) sore tadi.

KONAWE, Sultranews.co.id – Pejabat Bupati Konawe Dr. H. Harmin Ramba, SE., MM, kembali meninjau korban banjir di Desa Waworaha, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (11/5/2024) sore tadi usai kunjungan di Bendungan Ameroro mendampingi Pj Gubernur Sultra.

Saat kunjungan, Pj Bupati Konawe Harmin Ramba mengatakan kondisi masyarakat Desa Waworaha sangat memperihatinkan.

“Sangat memperihatinkan. Sudah dilanda banjir, akses jalannya pun juga susah, perekonomian lumpuh,” Sedih Harmin Ramba panggilan akrab Pj Bupati Konawe.

Harmin menjelaskan, terjadinya banjir diakibatkan bobolnya tanggul kali Konaweeha, sehingga menyebabkan luapan air yang begitu besar, ditambah lagi musim hujan.

“Tanggul kali Konaweeha bobol dibagian bawah, sehingga air meluap keluar,” jelas Harmin.

Sehingga kata dia, karena tanggul tersebut berada pada kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, dirinya telah perintahkan untuk membuat surat berita acara untuk mengusulkan penanggulangan sementara terhadap tanggul tersebut.

“Penanggulangan sementara perlu dilakukan penambahan tinggi tanggul dan perkerasan tanggul,” katanya.

Kemudian yang paling penting kata Harmin, perlu dilakukan perkerasan jalan sepanjang 6 kilo meter masuk di Desa Waworaha, sebab itu masuk wilayah Pemda Konawe

“Insya Allah saya langsung programkan di tahun 2025 untuk perkerasan jalan desa,” ujarnya.

Pj Bupati Konawe saat menggendong bayi di Desa Waworaha, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sabtu (11/5/2024) sore tadi.

Harmin Ramba menyebut ada 150 KK di Desa Waworaha terendam banjir. Pihanya telah memberikan bantuan 150 sak beras, Indomie, Telur. Kemudian juga telah dipasang posko tanggap darurat untuk menyiapkan air bersih dan air minum.

Terkait pengungsian, saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing, sebab rumah mereka rata-rata rumah tinggi (rumah panggung), berbeda dengan di Desa Laloika Pondidaha, disana mereka mengungsi.

Baca Juga :  Pastikan Keselamatan Penumpang Jelang Libur Idul Adha, BPTD Kelas II Sultra Gelar Ramp Check

Laporan: Jaspin