KonaweSerba-serbi

Bendungan di Konawe Segera Dibangun, Bupati Konawe Apresiasi Sebagai Penunjang Pertanian

KONAWE – Proyek Strategis Nasional (PSN) saat ini tengah di genjot oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), salah satunya Proyek Pembangunan Bendungan Ameroro, yang terletak di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Salah satu PSN yang saat ini hampir rampung seperti Proyek Pembangunan Bendungan Ladongi, yang juga terletak di Kelurahan Lodongi, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim),

Namun, setelah Proyek Pembangunan Bendungan Ladongi, menargetkan impounding (pengisian awal) Bendungan Ameroro di Desa Tamesandi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dilakukan Tahun 2023.

Hal ini menyusul telah dimulainya pembangunan bendungan berkapasitas tampung 43,44 juta meter kubik ini yang telah mencapai 4,08 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berpendapat, pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing, tetapi juga pemerataan hasi pembangunan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan bendungan juga diikuti oleh pembangunan jaringan irigasi. Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya  dipastikan mengalir sampai ke sawah milik petani,” tutur Basuki dikutip dari laman Kementerian PUPR, Kamis (20/05/2021).

Untuk itu, Bendungan Ameroro masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 ⁷ 2020.

Bendungan ini dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber  Daya Air Kementerian PUPR dengan kapasitas tampungan 43,44 juta meter kubik untuk meningkatkan Daerah Irigasi (DI) di Konawe.

Jadi, aliran air Sungai Lasolo Konaweha akan ditampung bendungan dengan luas genangan 244,06 hektar yang selanjutkan digunakan untuk layanan DI seluas 3,363 hektar.

Pembangunan bendungan ini dilaksanakan dalam dua paket pekerjaan yakni, Paket I oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Sumber Cahaya Agung, PT Basuki Rahmanta Putra dengan skema kerja sama operasi (KSO).

Sama halnya dengan Paket I, Paket II dikerjakan dengan skema KSO oleh PT Hutama Karya (Persero) PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan total biaya keseluruhan mencapai Rp 1,48 triliun.

Bendungan Ameroro didesain dengan tipe urugan yang memiliki tinggi puncak mencapai 82 meter, panjang 324 meter, dan lebar 12 meter.

Pada bangunan pelimpah, bendungan ini memiliki elevasi ambang 122,50 meter dengan tipe ogee, saluran pengelak berupa conduit beton ganda, dan tipe bangunan pengambil submerged intake tower.

Sebagai daerah penyangga Kota Kendari, Kabupaten Konawe diperkirakan akan terus berkembang dengan banyak kegiatan pembangunan, baik di bidang pertanian lahan basah maupun kegiatan industri yang membutuhkan air baku dari sumber air bendungan.

Selain itu, wilayah ini akan dikembangkan sebagai pusat pertanian, perikanan, dan peternakan untuk komoditas unggulan Kabupaten Konawe dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Selain sebagai penyedia air irigasi, Bendungan Ameroro juga memiliki manfaat lain untuk mengurangi risiko banjir di Kabupaten Konawe sebesar 66,99 meter kubik per detik, suplai air baku 0,511 meter kubik per detik, dan penyediaan potensi energi listrik sebesar 1,3 megawatt (MW).

Bendungan Ameroro berjarak sekitar 80 kilometer dari Bandara Haluoleo di Kabupaten Konawe Selatan melalui jalur darat dan sekitar 77 kilometer dari pusat Kota Kendari.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengatakan, pemkab sangat mendukung dimulainya pembangunan PSN di Konawe yang diprogramkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Apalagi, katanya, secara langsung pembangunan bendungan Ameroro itu akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tanpa terkecuali pemkab Konawe.

“Saya sebagai Bupati Konawe sudah mencanangkan program sejuta beras. Nah, ini korelasinya tajam sekali antara yang sudah ditetapkan PSN oleh Presiden dengan program sejuta beras pemkab Konawe. Makanya, sebagai daerah lumbung beras di Sultra, kita sangat dukung pembangunan bendungan Ameroro di Kecamatan Uepai,’ ujar Kery Saiful Konggoasa, Minggu (23/5).

Kery menuturkan, asas manfaat adanya bendungan Ameroro pastinya cukup signifikan dirasakan oleh masyarakat. Dari aspek pertanian saja, lanjutnya, lahan-lahan tidur pada daerah aliran bendungan bisa dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam. Program Indeks Penanaman (IP) 300 alias tiga kali panen padi dalam setahun, juga dapat kian dioptimalkan jika bendungan Ameroro sudah kelar dikerja.

“Yang paling penting itu manfaatnya di sektor pertanian. Karena memang, mayoritas masyarakat kita menggantungkan hidup dari pertanian. Salah satunya juga itu untuk mengurangi dampak banjir di Konawe. Sebab, memperluas daerah genangan air,’ ungkap Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.

Sementara itu, Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, menambahkan bendungan Ameroro juga akan menyukseskan program seribu kolam ikan yang digagas pemkab Konawe. Yang mana, daerah-daerah aliran bendungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendukung program seribu kolam. Para petani tambak di Konawe, menurutnya, bisa kian termotivasi mengembangkan keramba tancap yang berimplikasi pada meningkatnya pendapatan warga tersebut.

“Selain manfaat secara ekonomi, dampaknya itu juga sekaligus mengurangi permasalahan stunting di Konawe. Dengan mengonsumsi ikan, nutrisinya bisa masuk ke tubuh dan membuat anak-anak kita tumbuh dengan sehat,” ungkap Gusli Topan Sabara.

Sebelumnya, pihak BWS Sulawesi IV Kendari yang diwakili Arsamid Wartadinata, menjelaskan, bendungan Ameroro dibangun dengan skema multi years selama 4 tahun. Targetnya bisa tuntas dikerja pada tahun 2024. (SN)

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id