KendariPeristiwa

Jual Beli Ilegal Gas Bersubsidi Rakyat Kecil Tercekik

Kendari – Sebagian besar warga di Sulawesi Tenggara (Sultra), kesulitan mendapat tabung gas LPG 3 Kilogram (Kg). Selain sulit, tingginya harga tabung gas bersubsidi itu semakin mencekik rakyat miskin.

Hal ini bukanlah masalah baru lagi, tetapi kerap terjadi baik hampir di seluruh wilayah tidak terkecuali di Kota Kendari.

Kehadiran tabung gas bersubsidi itu kini tidak lagi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat tidak mampu, namun telah menjadi bisnis untuk meraup keuntungan.

Bagaimana tidak, seharusnya warga kalangan ekonomi kebawah hanya cukup dengan Rp18 ribu untuk membeli tabung gas melon itu. Namun kini, sejak diperjual belikan secara bebas harganya melonjak kisaran Rp35 ribu hingga Rp50 ribu.

Seperti yang dialami oleh Fatmawati, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tinggal di Desa Ambesea, Kecamatan Laeya, Konawe Selatan. Ia mengaku terpaksa membeli tabung gas dengan harga Rp40 ribu di pedagang eceran.

Sebab pada pangkalan tempatnya membeli gas LGP itu seringkali kehabisan stok hanya dalam waktu singkat.

“Ada pangkalan tapi jarang kita dapat disitu karena cepat sekali habis, kalau di kios-kios banyak tapi harganya sudah Rp40 ribu,” kata Fatmawati kepada Sultra News, Jumat (28/8/2020).

Menurut Fatmawati, hal itu sudah terjadi sejak sebelum bulan puasa 2020. Setiap kali datang pasokan, hanya sekejap ludes entah kemana.

“Biasa ada suka datang, tapi belum ada satu jam sudah habis lagi tidak tau dibawa kemana. Kalau di kios-kios banyak yang terpajang dijual,” tuturnya.

Hal itu juga terjadi di Kota Kendari, tingginya harga tabung gas LPG 3 Kg yang membuat warga semakin resah.

Tidak jauh berbeda, keluhan yang disebutkan warga juga sama yaitu tingginya harga tabung gas 3 Kg di pedagang eceran.

“Kalau di bagian THR kios-kios dipajang di pinggir jalan dijual dengan harga 40ribu sampai 45ribu, kalau kios kios di sekitaran pasar panjang dijual dengan harga 25ribu sampai 35ribu,” ucap Sarniada Waode, warga asal Jalan THR, Kota Kendari.

Sr Spv Communication & Relation PT Pertamina (Persero)Marketing Operation Region VII, Taufik Qurniawan, membantah adanya soal kelangkaan tabung gas LPG 3 Kg seperti yang dikeluhkan warga.

Taufik berkata hal itu bukan karena adanya kelangkaan melainkan semakin meningkatkan penggunaan tabung Gas LPG di tengah Pandemi Covid-19.

“Inikan lagi pandemi, kebutuhan rumah tangga seperti tabung gas LPG pasti meningkat. Contohnya, jika anak-anak sekolah yang dulunya belanja di sekolah, namun karena adanya Pandemi ini sehingga mereka bawa makanan dari rumah dan itu salah satu faktornya,” kata Taufik saat dihubungi Sultra News.

Terkait stok tabung gas itu, Taufik menyebut perusahaanya telah menambah pasokan saat libur panjang musim lalu.

“Kalau langka itu tidak ada, justru kita terus menambah pasokan dan itu sudah kita lakukan pada libur panjang yang lalu. Bahkan, dalam waktu dekat akan ada lagi pasokan gas,” ucapnya. (SN)

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id