Kepala Dinas Dukcapil Konawe Tolak Dugaan Pungli dalam Pengurusan KTP
KONAWE, SultraNews.co.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Konawe. Andi Tenri Rawe Lasandara, menegaskan bahwa instansinya tidak mentolerir adanya dugaan pungli dalam pengurusan KTP di Kantor Dinas Dukcapil Konawe.
Ia menyatakan bahwa jika hal itu benar, maka itu adalah ulah oknum dan akan ditindak tegas.
“Kami tidak benarkan hal seperti itu terjadi,” tegas Andi Tenri Rawe Lasandara saat dihubungi via whatsapp. Pada Sabtu malam, (22/11/2025).
“Saya setiap saat mewanti-wanti kepada jajaran di Instasi kami, agar tidak terjadi dugaan-dugaan pungli dalam pengurusan ini, kami akan tindak tegas terkait hal tersebut.”
Menurutnya, proses pembuatan KTP tidak mesti sampai berhari-hari. “Kalau semua sudah lengkap biasanya tidak sampai lima belas menit sudah selesai,” ujar kadis dukcapil yang akrab di sapa Andi Tenri.
“Kalau sampai tiga hari itu bukan sesuatu yang wajar, nanti kami akan telusuri hal ini tentu jika benar hal ini pelakunya akan kami ambil langkah tegas.”
Andi Tenri Rawe Lasandara mengaku berterima kasih atas informasi yang masuk ini. “Kami merasa terbantu jika menerima laporan seperti ini, karena tidak setiap saat kami bisa membersamai petugas yang bekerja, dan ini akan menjadi atensi dari kami.”
Ia juga menegaskan bahwa sanksi akan diterapkan bagi petugas yang terlibat dalam dugaan pungli. “Dalam setiap rapat saya berulang kali menegaskan jika ada lagi terjadi dugaan-dugaan pungli maka salah satu sanksi yang akan diterapkan yaitu meng-offkan status OPR nya dan kemungkinan besar akan dipecat.”
Kantor Dinas Dukcapil Konawe telah menerima laporan tentang dugaan pungli dalam pengurusan KTP. “Kami akan melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap petugas yang terlibat dalam dugaan pungli,” kata Andi Tenri Rawe Lasandara.
Kami berharap masyarakat dapat melaporkan jika terjadi dugaan pungli dalam pengurusan KTP di Kantor Dinas Dukcapil Konawe. “Kami tidak mentolerir hal tersebut dan akan kami tindak tegas,” pungkas ibu kadis tersebut.
Laporan: Aby Razak



