KonawePendidikan

Pastikan Penerapan ANBK Tingkat SMP Terlaksana dengan Baik, MKKS Konawe Gelar Bimtek AKM

KONAWE – Guna memastikan penerapan serta pelaksanaan Asessmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Assesment Kompetensi Minimum (AMK) Kelas, yang digelar disalah satu hotel di Unaaha, Rabu (24/11/2021).

Kegiatan Bimtek itu, turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe Dr. Suriyadi, S.Pd., M.Pd, kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Tira Liambo, S.Kom., M.Pd, Kepala Seksi Kurikulum Egeng, S.Pd, Ketua MKKS Konawe Runi, SPd., M.Pd, serta seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) se Kabupaten Konawe dan para peserta BIMTEK yang terdiri dari Guru Kurikulum dan tenaga operator.

Dalam sambutanya, Kepala Dikbud Konawe Dr. Suriyadi, S.Pd., M.Pd menjelaskan, kegiatan Bimtek AKM adalah kegiatan yang sipatnya sangat penting. Sebab tahun ini, semua sekolah baik SD/SMP telah melakukan sistem ANBK.

Advertisement

“ANBK ini merupakan penganti Ujian Nasional (UN) yang mana sebelumnya masih dilakukan secara manual. Seiring berjalanya waktu, perkembangan zaman semakin modern. Maka UN dilaksanakan dengan cara digitalisasi, atau sistem komputerisasi,” jelas Suriyadi kepada Sultranews.

Lebih lanjut Suriyadi memaparkan, jika baru-baru ini para Siswa-Siswi SD/SMP telah melaksanakan simulasi Assesment ANBK, yang kemudian dilanjutkan Assesment kepada para guru kelas. Itu dimaksudkan bahwa sistem penilaian tidak seperti dulu lagi, melainkan sudah dilakukan sistem online, yang terhubung langsung di Pusat.

Bimbingan Teknis (Bimtek) Assesment Kompetensi Minimum (AMK) Kelas, yang digelar disalah satu hotel di Unaaha, Rabu (24/11/2021).

“Inilah yang kita coba lakukan, agar program tersebut mampu diserap oleh semua sekolah-sekolah di Kabupaten Konawe. Memberikan bimbingan secara teknis, utamanya bagi operator sekolah,” papar Suriyadi.

Adapun kendala yang dihadapi, menurut Suriyadi, itu bukan masalah. Sebab kata dia, Dikbud Konawe saat ini tengah berkoordinasi ke Kementrian Pendidikan, terhadap kendala yang dihadapi oleh sekolah, seperti pengadaan komputer/laptop dan jaringan internet.

“Untuk saat ini ada beberapa sekolah yang memang belum mempunyai akses internet. Tetapi itu bukan alasan, sebab mereka (sekolah) yang sama seklali belum mempunyai jaringan internet, telah berupaya untuk bergabung pada sekolah lain,” pungkasnya.

Ditemui terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Konawe Runi, S.Pd., M,Pd mengatakan bahwa Bimtek AKM merupakan perintah dari pusat yang harus dilaksanakan di seluruh Indonesia. Alhamdulillah Kabupaten Konawe merupakan daerah tercepat merespon program tersbut.

Terkait dengan regulasi, Bimtek AKM adalah tindak lanjut dari pelaksanaan ANBK yang sudah diuji coba beberapa waktu lalu. Dan Alhamduliilah pelaksanaan Simulasi Assesment ANBK berjalan dengan baik. Walaupun memang ada sedikit kendala yang dihadapi oleh teman-teman sekolah pada daerah yang belum memiliki akses internet.

“Dengan adanya sistem Assesment ini otomatis semua kegiatan pembelajaran dan penilaian di Sekolah sudah pasti mengarah kepada ANBK. Sehingga sosialisasi AKM Kelas, lebih mengarah kepada Siswa-siswi dalam rangka pelaksanaan ANBK yakni Literasi dan Numerasi,” kata Runi, yang juga adalah Kepsek SMPN 1 Sampara.

Adapun yang dimaksud dengan Literasi Numerasi adalah kemampuan atau kecakapan dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan matematika dengan percaya diri di seluruh aspek kehidupan. Literasi numerasi meliputi pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan perilaku positif.

“Dalam melakukan penilaian terhadap siswa, yang melakukan assesment adalah guru. Jadi penilaian tengah semester dan akhir semester guru melakukan assesment kompetensi berbasis kelas. Sehingga soal-soal yang diujikan sudah mengarah ke Literasi dan Numerasi serta karakter,” papar wanita berhijab dan berkacamata ini.

Lebih lanjut, Runi menyebut bahwa ada aplikasi yang memudahkan guru dalam melakukan penilaian terhadap siswa-siswi yang telah disiapkan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar), Kementrian Pendidikan.

“Lalu kemudian aplikasi itu disosialisasikan ke Sekolah-sekolah, dimana setiap sekolah mengutus guru kurikulumnya dan operatornya, dengan harapan aplikasi ini bisa tersosialisasi di seluruh sekolah khusunya SMP,” tutupnya.

Laporan : Jaspin

 

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id