Pemkab Kolaka Timur Target Peremajaan Kakao Seluas 400 Hektare

waktu baca 3 menit
Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), targetkan peremajaan Kakao seluas 400 hektare di Koltim tahun 2023, melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura.

KOLAKA TIMUR – Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), targetkan peremajaan Kakao seluas 400 hektare di Koltim tahun 2023.

Diketahui umur tanaman kakao yang berada di Kolaka Timur sudah menginjak 20 tahun lebih sehingga perlunya dilakukan peremajaan Kakao guna meningkatkan produktivitas.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Timur, Lasky Paemba, SP, M.Si.

menuturkan kegiatan peremajaan tanaman Kakao di tahun 2023 ini difokuskan dulu di Kecamatan Lambandia dan Aere.

“Kemudian ada tanaman yang sudah kita lakukan peremajaan dan kami akan lakukan intensifikasi,” tuturnya.

Lasky juga mengungkap kegiatan intensifikasi tanaman kakao ini seluas 200 hektare yang berada di Kecamatan Dangia.

“Itu target kami di tahun 2023, selain mengembangkan tanaman cengkeh dan pala,” ungkapnya.

Ia menambahkan Potensi perkebunan sejak 5 tahun terakhir di Kolaka Timur masih di dominasi tanaman kakao, kopi, serta lada atau merica, meskipun pada saat ini produksi kakao di Kolaka Timur sedang menurun akibat tanaman yang sudah tua.

Lasky menjelaskan strategi pengembangan perkebunan di Kolaka Timur tidak akan menggunakan sistem parsial, pihaknya menginginkan perkebunan disini menjadi satu kawasan.

“Jadi kedepannya kita akan bangun satu kawasan yang menjadi sentral perkebunan misalkan tanaman kakao kita tentukan kawasannya itu,” tambahnya.

Ia mengungkap rendahnya produktivitas tanaman yang disebabkan umur tanaman yang sudah tua serta hama dan penyakit menjadi permasalahan bagi para petani di Kolaka Timur.

“Yang saat ini menjadi momok bagi para petani kakao adalah Hama penggerek buah kakao (PBK), kalau di tanaman merica itu busuk akar,” jelasnya.

Lasky juga mengatakan terdapat pula permasalahan pupuk yang sampai saat ini masih menjadi benang kusut bagi para petani di Kolaka Timur, pasalnya dalam hal distribusi pupuk itu masuk dalam lembaga lain. Kementrian pertanian hanya dapat mendampingi petani dalam hal penyusunan RDKK.

Baca Juga :  Buka Porseni Disemarak HUT Konawe, Harmin Ramba: Atmosfirnya Kegembiraan dan Silaturahmi

Dalam mengatasi hal tersebut, pihak Dinas Perkebunan dan Hortikultura memberikan bantuan untuk melakukan pengembangan UPPO, serta mendampingi para petani untuk dapat membuat pupuk organik.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur menargetkan peremajaan kakao di dua kecamatan. Untuk tujuan itu, digelar sosialisasi peremajaan tanaman kakao di Aula Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Timur, Jumat (7/10/2022) lalu.

Menurut Koordinator Kelompok Tanaman Penyekat Direktorat Jenderal Perkebunan, Gento Widayanto, S.Sos., MM, peremajaan Kakao yang diterima para petani, maupun kewajiban Dinas Perkebunan dan Hortikultura kabupaten, provinsi, maupun pusat, tidak ada lagi permasalahan baik itu terkait teknik maupun administrasi.

“Kami berharap nantinya bibit yang diterima oleh penerima manfaat atau penerima bantuan, menanam dan memelihara pohon kakaonya dengan baik agar produksinya meningkat,” ucap Gento.

Dilansir berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Timur tahun 2022 total luasan area perkebunan di Kolaka Timur mencapai 71.699.53 hektare.

Dimana tanaman kakao di kabupaten Kolaka Timur mencapai 56,895,43 Hektare dengan produksi 15,464,83 Ton, Lada 3,837,45 Hektare dengan produksi 850,46 Ton, Cengkeh 2,994,70 Hektare dengan produksi 946,28 Ton, Kelapa dalam 283,80 Hektare dengan produksi 1,055,77 Ton.

Selain tanaman diatas dikolaka timur juga terdapat perkebunan kelapa sawit, kopi robusta, jambu mete, vanili, kapuk, kemiri, enau, sagu, pala, pinang dan karet.

Diketahui Dinas Perkebunan dan Hortikultura ini menyumbang PAD sebesar 44,2% dari PDRP Kolaka Timur dimana didalamnya juga termasuk sektor pertanian.