KonawePendidikanPolitikSeremoni

Pesan Surunuddin untuk Ardin: Jadilah Seperti “Sapu Lidi” Jika Dirangkai Menjadi Satu, Maka Akan Menjadi Kuat

KONAWE – Malam ramah tamah Ikatan Alumni SMP Negeri 1 Wonggeduku (Ika Spensaku), di hadiri Bupati Konawe Selatan (Konsel) H. Surunuddin Dangga, S.T., M.T, di Rumah Kediaman Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Dr. H. Ardin di Desa Puday, Kecamatan Wonggeduku Barat (Wobar), Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (2/1/2022) malam.

Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Konsel Sarip Sajang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konsel Erawan Supla Yuda, Kadis PMD Konsel Sajuddin Idris, dan Kadis BPSDM Konsel Sitti Chadidjah.

Hadir pula Kepala Balai Produktifitas Kementrian Ketenaga Kerjaan (Kemenaker) Wilayah Papua dan Sulawesi Dr. Mashur Malaka, dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari Muh Yusuf. Terlihat pula Anggota DPRD Konawe Umar Dema, serta Camat Wonggeduku Barat Abdul Hasim.

Advertisement

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina dan Kehormatan Ika Spensaku Surunuddin Dangga, menyampaikan rasa bangga dan terharu karena diundang pada acara tersebut.

Nampak para kepala Dinas asal Konsel meriahkan malam ramah tamah Ika Spensaku, di Rumah Kediaman H. Ardin di Desa Puday, Minggu (2/1/2021). Foto: Jaspin

Kata dia, dirinya dianggap sebagai bagian dari Alumni Ika Spensaku, walaupun dia tamatan dari SMP Negeri 1 Wawotobi.

Tak bisa dipungkirinya, walaupun dia bukan merupakan alumni dari Ika Spensaku, tetapi dirinya merupakan siswa dari SMP Langgonawe, sekolah pertama sebelum berubah menjadi SMP Negeri 1 Wonggeduku.

“Alhamdulillah ternyata saya masih diingat. Walaupun saya tamat di SMPN 1 Wawotobi, tapi saya ini adalah perintis pertama,” canda Surunuddin.

Surunuddin, sapaan akrab Bupati Konsel, menceritakan perjalanan terbentuknya SMP Langgonawe hingga menjadi SMP Negeri 1 Wonggeduku yang sekarang.

Saat itu, SMP Langgonawe merupakan sekolah yang pertama di Kecamatan Wonggeduku pada tahun 1964. SMP Langgonawe adalah merupakan sekolah yang ia rintis kala itu.

Dalam perjalananya, SMP Langgonawe berubah menjadi SMP PGRI Puday pada tahun 1982.

Berselang 7 tahunan, yaitu Pada tahun 1989, SMP PGRI Puday kembali berganti nama menjadi SMP Negeri 2 Pondidaha. Setelah itu berganti lagi menjadi SMPN 3 Pondidaha. Kemudian yang terkahir berubah menjadi SMP Negeri 1 Wonggeduku, hingga sekarang.

Suasana kegiatan malam ramah tamah Ika Spensaku.

“Jadi memang perjuangan pendahulu kita sangat luar biasa. Bayangkan saja sekolah ini berapa kali berganti nama, hingga berubah menjadi sekolah Negeri. Saya sebagai alumni patut berbangga,” cetusnya.

Olehnya itu, Bupati dua periode ini, mengajak para alumni untuk terus menjaga tali silaturahmi antar sesama alumni, terus memupuk rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan yang terpenting persatuan dan kesatuan sesama alumni. Kita kuat karena kita bersatu.

“Konawe ini adalah gudangnya Sumber Daya Manusia. Bayangkan saja, orang Konawe ini ada dimana-mana. Kenapa? Karena sumber daya kita hebat-hebat,” cetus dia lagi.

Bahkan yang paling penting kata mantan Anggota DPRD Provinsi Sultra, Ika Spensaku mampu menjadikan wadah pemersatu bangsa. Khususnya di Kecamatan Wonggeduku dan umumnya di Konawe ini.

“Kalau saya melihat dengan alumni sebanyak ini, sudah terlihat aura kekuatan. Aura kekuatan muncul karena adanya persatuan guna membangkitkan semangat pada perubahan Konawe mendatang,” tegas dia.

Surunuddin kembali memberi motivasi kepada para alumni Ika Spensaku, bahwa orang Konawe itu harus berani keluar, karena orang yang berani keluar itulah yang akan berhasil.

Bupati Konsel Surunuddin Dangga, saat memberikan penghargaan kepada pendiri sekolah Yayasan SMP PGRI Puday 1982, kepada H. Abdul Muis (kiri). Foto; Jaspin

“Saya contohkan seperti orang yang berbisnis harus punya banyak modal.
Tapi kalau seorang politisi, maka modal utamanya adalah kekuatan. Lahirkanlah kekuatan itu pada kegiatan Alumni Ika Spensaku malam ini,” teriak Bupati Konsel.

Sebagai politisi tulen, Surunuddin juga tak lupa berpesan kepada H. Ardin (Bakal Calon Bupati Konawe) agar tetap menjadikan kekuatan itu seperti “Sapu Lidi” filosopi sapu lidi kata Surunuddin, jika dirangkai menjadi satu, maka akan menjadi kuat. Karena setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Itulah gunanya kita menciptakan kader.

“Keluarga di wonggeduku ini saya melihat sudah banyak kader. Itu pertanda karena sudah punya kemampuan. Kemampuan itu tidak hanya dilihat dari materi saja, melainkan karena SDM nya lagi. Sudah bisa berkopetisi kemana-mana,” tandas dia.

Mari kita tinggalkan cara-cara yang mampu mengkerdilkan orang lain. Sebab pemikiran seperti itu tidak mampu untuk berkembang.

“Melalui kegiatan ini kita bisa berkumpul bersama-sama. Yang tadinya kita tidak saling sapa, tidak saling kenal. Maka melalui kegiatan ini kita kembali merajut rasa pertemanan dan kekeluargaan,” ajaknya.

Surunuddin berharap, Ika Spensaku ini bisa terus berkesinambungan. Jika perlu kata dia, kegiatan selanjutnya lebih mengarah kepada kegiatan kemanusiaan.

“Tadi saya sudah kukuhkan kepengurusan. Didalamnya ada bidang-bidang, orangnya pun sudah hebat-hebat, semua sudah Doktor. Kedepannya tolong buatkan ADRT nya, supaya kita ada iuran. Saya sendiri berapa, Ardin berapa, Mashur Malaka berapa, dan seterusnya,” imbuh dia.

Sementara itu H. Ardin selaku Ketua Ika Spensaku menyampaikan permohonan maafnya kepada semua alumni atas kegiatan yang terpaksa diselenggarakan di Rumah Kediamanya.

Kata Ardin, hujan yang mengguyur panggung utama yang terletak di Lapangan Sepak Bola Puday, bukan menjadi alasan pasti untuk membatalkan kegiatan malam ramah tamah kita ini. Akan tetapi merupakan anugrah dari sang pencipta alam semesta Allah SWT.

“Cuaca pada malam ini, mudah-mudahan menjadi pertanda akan kebersamaan kita. Terbukti, walaupun hujan, tetapi kita semua masih tetap kompak hadir pada acara kita ini,” ucap Ardin.

Ucapan terimakasih pun dilontarkannya teruntuk kepada Bupati Konsel Surunuddin Dangga yang telah menyempatkan waktunya guna menghadiri kegiatan tersebut.

Nampak dari peserta alumni Ika Spensaku, mempertunjukan senam tabelo, di depan Bupati Konsel Surunuddin Dangga, dan Ketua DPRD Konawe H. Aridn, dan para kepala Dinas Konsel, dan seluruh penonton. Foto: Jaspin

“Beliau ini merupakan putra daerah kelahiran Puday. Disela-sela kesibukannya, tidak mungkin dia tidak akan hadir di acara ini. Apalagi beliau merupakan perintis sekolah sebelumnya,” jelas Ardin.

Selain Bupati Konsel, rupanya para pejabat dari Konsel ini, merupakan Alumni SMPN 1 Wonggeduku. Salah satunya adalah Kadis Dikbud Konsel Erawan Supla Yuda. Pria Kelahiran Desa Puday juga, yang tamat di SMPN 1 Wonggeduku pada tahun 1985.

Tak kala pentingnya lagi, Kepala Balai Produktifitas Kemenaker, Wilayah Papua dan Sulawesi saudaraku Mashur Malaka, juga merupakan alumni SMPN 1 Wonggeduku.

Begitupun Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari Muh Yusuf. Keduanya merupakan siswa dan alumni SMPN 1 Wonggeduku pada tahun 1989 dan 1995.

Untuk diketahui, kegiatan Ika Spensaku digelar sejak tanggal 30 Desember 2021 lalu, yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Puday. Berbagai kegiatan turut digelar, seperti Olahraga dan Seni.

Laporan: Jaspin

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id