RDP Lahirkan Kesepakatan Positif, PT SCM: Perekrutan TKL dan Upah Dilakukan Secara Transparansi

waktu baca 4 menit
Asman, selaku Tim External Management Jakarta PT. SCM, saat memberikan pandangan di RDP, Kamis (17/7/2025) Foto: Sultranews.co.id

KONAWE, SultraNews.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) terkait surat yang dilayangkan oleh federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Sultra, terkait penerimaan tenaga kerja dan sistem pengupahan pihak management terhadap karyawan perusahaan.

Selain itu, KSPN juga meminta agar pihak perusahaan membentuk Serikat buruh atau pekerja di PT. SCM melalui RDP yang digelar di gedung Gusli Topan Sabara, Kamis (17/05/2025).

Saat membuka rapat, Ketua Komisi III DPRD Konawe, H. Abdul Ginal Sambari, mengatakan kehadiran PT. SCM di Kabupaten Konawe dianggap telah memberikan dampak positif bagi pemerintah maupun masyarakat yang ada di daerah ini, khususnya di Konawe.

“Sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintah daerah, kami (anggota DPRD di Komisi III ini sangat bersyukur atas kehadiran perusahaan yang menanamkan modalnya di daerah ini,” kata Abdul Ginal Sambari, selaku Ketua Komisi III bidang Pertambangan.

Suasana RDP di Gedung Gusli Topan Sabara, membahas tentang rekrutmen Tenaga Kerja Lokal (TKL) dan upah karyawan di PT SCM site Routa, Kamis (17/7/2025). Foto: Sultranews.co.id

Positifnya, kata Ginal Sambari, bukan hanya bidang ekonomi maupun dibidang sosial, tetapi yang terpenting bagaimana kita semua berharap agar pihak perusahaan transparansi dalam proses penerimaan tenaga kerja, serta memberikan informasi terkait mekanisme pengupahan yang dilakukan oleh pihak perusahaan, sebagaimana yang diajukan dalam RDP hari ini.

“Kita harapkan agar kehadiran perusahaan di Routa bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat luas khususnya di Konawe,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KSPN Sultra, Ramadhan, menuturkan harapan besarnya kepada pihak perusahaan PT SCM di Routa dapat memberikan kontribusi.

“Dengan adanya site Routa ini bisa membuka lapangan kerja yang sebesar-besarnya bagi masyarakat didaerah ini,” pintanya.

Kata Ramadhan, dengan adanya perusahaan, bisa menjadi wadah tempat bekerja.

“Kami inginkan dengan hadirnya perusahaan maka kami juga akan hadir sebagai serikat pekerja. Di BUMN saja ada serikat pekerjanya, apalagi ini murni swasta. Sehingga serikat pekerjanya juga harus hadir sebagai pendampingan,
supaya tidak terjadi diskriminasi agar kegiatan produksi dapat berjalan baik. Perusahaan juga nyaman tidak terjadi persoalan antara serikat dan perusahaan,” katanya.

Suasana RDP di Gedung Gusli Topan Sabara, membahas tentang rekrutmen Tenaga Kerja Lokal (TKL) dan upah karyawan di PT SCM site Routa, Kamis (17/7/2025). Foto: Sultranews.co.id

Terkait masalah transparansi rekrutmen tenaga kerja di PT. SCM, Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Konawe, Lidya Wulandari,  mengaku telah sesuai mekanisme. Sebab dirinya telah berkoordinasi ke pihak SCM.

“Semenjak saya (Kadis.red)) apabila ada penerimaan atau lowongan pekerjaan itu kami sering disampaikan terkait membuka lowongan kerja, dan kami sudah tindak lanjuti sesuai mekanisme,” Katanya menjawab soal transparansi rekrutmen tenaga kerja di PT. SCM.

Dalam RDP berlangsung, Pihak perusahaan PT SCM melalui Managemen Tim Internalnya, Erbang, menjelaskan jika perusahaan telah melakukan produksinya sejak september 2023 lalu, Intensitasnya dilakukan tahun 2024 dan 2025.

Saat ini, lanjut Erbang, perusahaan melakukan rekrutmen tenaga kerja dengan mekanisme pekerja lokal lingkar tambang, dan itu juga dilakukan oleh mitra perusahaan.

Sebelum melakukan rekrutmen, Erbang, mengaku jika pihak perusahaan telah melakukan pelatihan, magang dan selanjutnya direkrut menjadi karyawan perusahaan.

“PT. SCM sudah tiga kali melakukan pelatihan, pertama 2023, 2024 dan 2025 ini, yang dimulai dari nol, magang dan diterima bekerja. Tahun 2024 lalu itu khusus tenaga kerja officer, dan kalau kami melakukan pelatihan, muaranya tentu diterima bekerja,” jelasnya.

“Jika ada hal yang menjadi kekurangan dalam metode rekrutmen ini, tentu akan kita lakukan evaluasi untuk perbaikan kedepannya,” sambung Erbang.

Menurutnya, PT. SCM sudah memiliki LKS Bipartit dan juga bermitra dengan SPRI Routa selaku serikat dalam hal komunikasi dan pembinaan tenaga kerja khususnya (tenaga kerja) lokal.

Di tempat yang sama, Tim External Management Jakarta Asman, mengungkapkan, dengan adanya investasi di Kecamatan Routa menjadi isyu menarik ditengah masyarakat saat ini.

Suasana RDP di Gedung Gusli Topan Sabara, membahas tentang rekrutmen Tenaga Kerja Lokal (TKL) dan upah karyawan di PT SCM site Routa, Kamis (17/7/2025). Foto: Sultranews.co.id

Sebagai putra daerah, Asman mengaku mendapat kepercayaan dari pihak perusahaan menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya.

Sehingga, dengan adanya investasi perusahaan di daerah Konawe, ia berharap mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat maupun pembangunan di Kabupaten Konawe ini.

“Kita berharap kedepannya eksekutif dan legislatif bisa bersinergi terkait hal ini. Pemerintah menyiapkan skill dan SDM tenaga kerja, kami yang akan melakukan rekrutmennya. Apa yang dirasakan belum maksimal hari ini kedepannya akan kami maksimalkan,” katanya.

Menurut Asman, perusahaan dalam memberikan upah kepada karyawan itu sudah sesuai standar UMR di Sulawesi Tenggara pada umumnya.

“Upah karyawan ini malah diatas UMR. Selain itu kami juga menyiapkan mess karyawan, bahkan ada karyawan yang dengan konsumsinya ditanggung perusahaan, hingga dengan loundry nya juga disiapkan,” ungkap Asman.

Hal ini kata dia, telah dibahas bersama pemerintah. Olehnya itu, SCM berkomitmen siap membantu dua hal yakni BLK dan Traineer dimana outputnya akan dilakukan rekrutmen oleh pihak perusahaan.

Laporan: Aby Razak