Soal Kontribusi Perusahaan Tambang di Routa, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim Singgung Beasiswa dan Pembangunan Infrastruktur
KONAWE, Sultranews.com – Wakil Bupati Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Syamsul Ibrahim, berharap investasi yang masuk di wilayah tersebut memberikan dampak nyata.
Hal ini setelah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait keberadaan perusahaan tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sultra.
RDP ini berlansung di Aula BKPSDM Kabupaten Konawe, Selasa (7/4/2026), dihadiri anggota DPD RI, La Ode Umar Bonte, Wakil Ketua DPRD Sultra, Hery Asiku, serta Kapolres Konawe AKBP Noer Alam.
Termasuk pula toko adat, masyarakat, dan kepala desa lingkar tambang di Kecamatan Routa, ikut terlibat dalam RDP ini.
Menurut Syamsul Ibrahim, kalau kontribusi sektor pertambangan terhadap pendapatan daerah (PAD) cukup mendongkrak.
Ini merujuk data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) total Dana Bagi Hasil (DBH) sektor tambang, sawit, dan sektor lainnya diperkirakan mencapai Rp290 miliar untuk Kabupaten Konawe
“Ini kewajiban perusahaan yang disetor ke negara, kemudian dibagi kembali ke pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten,” ujarnya.
Ia juga turut menyinggung kontribusi perusahaan pertambangan di Konawe, seperti PT SCM yang berporasi di Routa. Mampu memberikan dampak positif bagi daerah.
“Kurang lebih tiga tahun terakhir membuahkan hasil. Ada dampak bagi daerah dan masyarakat, seperti beasiswa dan pembangunan infrastruktur,” katanya saat ditemui awak media usai kegiatan.
Namun politis Partai PAN ini tak menampik masih ada kekurangan, yamg mesti dibenahi pula.
“Bahwa masih ada hal mungkin belum dimaksimalkan, tapi di sisi lain kehadiran investasi ini sudah memberikan manfaat besar bagi masyarakat Konawe, terkhusus masyarakat Routa.”
“Apalagi hingga hari ini, termasuk beasiswa terus berjalan. Termasuk pengaspalan wilayah yang masuk lingkar perusahaan pertambangan, seperti Desa Lalomerui,” tambahnya.
Di sisi lain, anggota DPD RI, Umar Bonte, berharap investasi pertambangan di daerah benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
“Hari ini kami datang untuk mencari solusi. Apakah investasi itu ada manfaatnya atau tidak untuk rakyat. Setiap investasi yang masuk memberikan manfaat bagi daerah,” katanya.
Umar Bonte menekankan bahwa pertemuan ini masih dalam tahap penggalian informasi untuk memetakan akar permasalahan yang ada di lapangan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Terkait RDP ini untuk membahas dan mencari solusi, terkait polemik aktivitas pertambangan di wilayah Kecamatan Routa.
“Pertemuan ini bukan mengambil kesimpulan, kami mengumpulkan data seperti apa permasalahan. Perusahaan kalau tidak bermanfaat bagi rakyat dan tak ada legalitas hukum akurat bisa ditutup,” ucapnya.
Laporan: Isra






