Retreat Pramuka Konawe 2025 Resmi Ditutup, Wabup Optimistis Lahirkan Generasi Muda Tangguh

waktu baca 2 menit

KONAWE, SultraNews.co.id – Kegiatan Retreat Pramuka Kabupaten Konawe di Argawana Camp, Kelurahan Puunaaha, Kecamatan Unaaha, resmi ditutup dengan penuh khidmat dalam suasana persaudaraan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Jum’at 22 Agustus hingga Minggu siang 24 Agustus 2025.

Sebanyak 130 peserta dari berbagai pangkalan mengikuti rangkaian agenda padat dan variatif, termasuk pembekalan materi, praktik permainan untuk melatih kedisiplinan dan kekompakan, hingga tantangan fisik dan mental yang dipandu langsung oleh enam pelatih dari Korem 143/HO.

Ketgam #Foto, sambutan wakil Bupati konawe saat memberikan sambutan serta menutup kegiatan tersebut.

Puncak kegiatan ditandai dengan malam api unggun pada Sabtu malam, yang menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan antaranggota. Perwira Seksi Latihan (Pasilat) Korem 143/HO, Kapten CKE Harwansyah, menegaskan bahwa retreat ini tidak hanya berfokus pada ketahanan fisik, melainkan juga pembentukan mental, pola pikir, dan jiwa kepemimpinan.

“Kami ingin membiasakan kakak-kakak Pramuka menghadapi tantangan dengan tenang, disiplin, dan kerja sama yang solid. Setiap simulasi memiliki makna agar mereka terbiasa mengambil keputusan cepat serta mampu memimpin dalam kondisi apa pun,” jelas Kapten Harwansyah.

Wakil Bupati Konawe sekaligus Ketua Kwarcab Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE, dalam sambutannya optimistis bahwa kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda Konawe yang tangguh, berkarakter kuat, dan siap menjadi garda terdepan dalam menghidupkan nilai-nilai kepramukaan di daerah.

Ketgam, Sebanyak 130 peserta dari berbagai pangkalan

“Dalam kepengurusan ini, kita akan mengikuti kegiatan pramuka tingkat regional maupun nasional. Dan ke depan pemerintah daerah akan menyediakan lokasi untuk Bumi Perkemahan Konawe,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya Retreat Pramuka Konawe 2025, panitia berharap nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan solidaritas yang diperoleh dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan Pramuka maupun masyarakat.

Laporan: Aby Razak